• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pelangi Nada

Max Havelaar / Pop

26 August
10:00 2017
0 Votes (0)

VOI PELANGI NADA Berjumpa kembali dalam acara Pelangi Nada. Pelangi Nada edisi kali ini menghadirkan lagu-lagu dari grup band Max Havelaar. Untuk membuka perjumpaan di edisi kali ini, berikut lagu pertama dari Max Havelaar berjudul "Suara Kita Suara Tuhan". Selamat mendengarkan.

demikianlah lagu “Suara Kita Suara Tuhan” oleh Max Havelaar. Nama Max Havelaar pada umumnya dikenal masyarakat Indonesia sebagai judul novel karya Multatuli alias Eduard Douwes Dekker yang terbit pada tahun 1860 silam. Judul novel ini menjadi nama sebuah band yang terbentuk di Jakarta tahun 2010. Anggota Max Havelaar adalah Dedidude (vokal & gitar), Asra (piano & keyboard), David Q (gitar), Teddy Satrio (bass), dan Timur Segara (drum). Terbentuknya Max Havelaar bermula dari Dedi dan Asra yang bertukar pikiran tentang musik dan kemudian berakhir pada keseriusan untuk membentuk sebuah grup band. Meski nama Max Havelaar bernilai historis, namun ternyata Asra mengaku nama tersebut dipilih hanya karena enak untuk diucapkan.

Meski telah berdiri pada tahun 2010, Max Havelaar tidak mau buru-buru merilis karya. Selain demi kualitas karya dan kepuasan pribadi, penundaan pembuatan karya disebabkan oleh kesibukan para personil Max Havelaar yang masih aktif dengan bandnya masing-masing. Namun akhirnya, sebuah single berjudul "Suara Kita Suara Tuhan" pun lahir pada tahun 2012. Empat tahun kemudian, tepatnya pada Januari 2016, Max Havelaar merilis single keduanya berjudul "Tumaritis".

sebelum lanjut mari kita dengarkan single kedua Max Havelaar berjudul "Tumaritis". Selamat mendengarkan.

anda masih bersama kami di Pelangi Nada. Demikianlah lagu “Tumaritis” oleh Max Havelaar. Sama seperti judul novel yang menjadi namanya, grup band Max Havelaar mencoba mengkritisi keadaan melalui karya. Tema-tema yang beragam pun disajikan dalam setiap lagunya, seperti tema politik dalam "Suara Kita Suara Tuhan" dan sulitnya hidup berdampingan di "Tumaritis".

Selain memiliki tema yang berbeda-beda, setiap lagu Max Havelaar pun punya gaya masing-masing. Contohnya terdapat pada album perdana berjudul "Max Havelaar" yang dirilis pada Februari 2016. Nuansa rock, kental terdapat pada "Tumaritis", ada juga musik orkestra dalam "Manusia Pemberani" dan pop dalam "Jas Merah". Meski disebut mengusung rock modern, Max Havelaar tidak ingin membatasi warna musik yang akan dibuat. Menurut Asra, hal ini terjadi karena setiap personil Max Havelaar punya preferensi musik yang berbeda-beda. Namun Max Havelaar tetap bisa kompak karena disatukan rasa cinta kepada musik.

demikianlah Pelangi Nada edisi kali ini. Untuk menutup perjumpaan kali ini, berikut satu lagu dari Max Havelaar yang ingin mengajak kita untuk tidak melupakan sejarah berjudul "Jas Merah". Selamat mendengarkan dan sampai jumpa di Pelangi Nada edisi berikutnya.// Steve

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00