• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Gedung Juang 45, Bekasi

20 August
10:33 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI Berjumpa lagi dalam Pesona Indonesia. Masih dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, hari ini kami akan memperkenalkan kepada anda   Gedung Juang 45 yang terletak di Bekasi.  Jadi tetaplah bersama kami di RRI World Service Voice of Indonesia. Selain melalui gelombang pendek, anda juga dapat mendengarkan siaran kami melalui www.voi.co.id.

Salah satu gedung yang juga menjadi saksi perjuangan  bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan adalah Gedung Juang 45 Bekasi . Gedung yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin No. 5 Tambun , Bekasi ini juga terkenal dengan nama Gedung Tinggi. Gedung ini merupakan bangunan lama peninggalan jaman kolonial Belanda. Di jaman revolusi fisik, pasukan Republik Indonesia berhasil merebut Gedung Juang 45  ini dari tangan Belanda .

Gedung Tinggi ini merupakan salah satu saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia, khususnya rakyat Bekasi dalam menghadapi penjajah. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan Republik Indonesia. Pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Republik Indonesia dengan daerah kukuasaan  Belanda terletak di daerah Sasak Jarang , yang sekarang menjadi perbatasan antara kecamatan Bekasi Timur dengan Kecamatan  Tambun dan merupakan perbatasan kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.  Perjuangan rakyat Bekasi ini sempat diabadikan dalam puisi  terkenal karya Chairil Anwar  dengan judul Karawang-Bekasi. Pada masa mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, bangunan ini pernah ditempati oleh pejuang, maka orang Bekasi  menyebut Gedung ini dengan sebutan Gedung Juang 45. 

Gedung Juang atau gedung Tinggi ini dibangun pada tahun 1910, dan sempat menjadi gedung pemerintahan daerah Belanda.  Karena struktur bangunan dua lantai berarsitektur neoklasik ini   terbilang tinggi , maka  disebut Gedung Tinggi.

Setelah pasukan Belanda meninggalkan Bekasi, Gedung Tinggi ini dimiliki dan dikuasi seorang tuan tanah keturunan China yang bernama Kouw Oen Hui.

Kouw Oen Huy  menguasai bangunan tua ini hingga 1942, selanjutnya tahun 1943, bangunan bersejarah tersebut berada di bawah penguasaan Pemerintah Jepang hingga tahun 1945. Pada masa perjuangan kemerdekaan  1945, bangunan yang berlokasi di atas tanah sekitar 1000 meter ini diambil alih oleh  Komite Nasional  Indonesia untuk dijadikan sebagai kantor Kabupaten Jatinegara. Kini Gedung yang menghadap timur ini , menjadi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Bila anda pecinta wisata Sejarah, carilah waktu untuk datang ke Bekasi yang berjarak kurang lebih 30 Km dari Jakarta.

kita akhiri Pesona Indonesia kali ini, besok  kita berjumpa lagi dalam topik yang lain . Inilah Suara Indonesia di Jakarta.// Edn

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00