• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Pancasila Menjadi Benteng Dari Serangan Ideologi Asing

15 August
13:29 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Saudara pendengar, jumpa kembali dengan saya …..... dalam acara Fokus. Tema Fokus hari ini yaitu mengenai Pancasila akan menjadi benteng dari serangan ideologi asing.

Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam acara peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Sabtu (12/8) menyampaikan bahwa banyak orang mengira  pertarungan ideologi di dunia sudah selesai, karena tembok Berlin di Jerman sudah roboh dan usainya perang dingin antara blok barat dan blok timur. Menurut Presiden perang ideologi tersebut belum berakhir, bahkan dengan cara berbeda mereka akan masuk, apakah lewat musik, apakah lewat tari, apakah lewat budaya,dan lewat ekonomi. Oleh karena itu, Presiden meminta bangsa Indonesia untuk hati-hati. Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo dihadapan 540 mahasiswa dan dosen dari 510 perwakilan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, seperti dilaporkan kantor berita Antara. 

Dalam pidatonya tersebut Presiden juga mengatakan ideologi Pancasila itu dapat mengarahkan kembali kepada cita-cita bangsa Indonesia dan membendung infiltrasi ideologi dari luar. Presiden juga menjelaskan nanti secara detail Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila UKP-PIP akan menyampaikan, apa yang harus dikerjakan agar infiltrasi ideologi dari luar dapat dibendung dan pertarungan ideologi itu dapat tetap dimenangkan Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan bahwa sekarang ini perubahan dunia sangat cepat sekali, dan transisi ini harus diantisipasi agar tidak terlindas. Menurutnya 5 sampai 10 tahun lagi generasi W generasi Y akan mempengaruhi politik, landscape pasar, ekonomi dan landscape sosial. Semuanya akan berubah karena semua yang mempengaruhi anak-anak muda ada dalam genggaman mereka yaitu smartphone, handphone, gadget. Menurut Presiden Jokowi  perubahan itu sudah nyata di depan mata, sehingga bangsa Indonesia harus memperkuat diri dengan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan. Menurut Jokowi terjangan ideologi, pertarungan ideologi, inflitrasi ideologi itu nyata ada, baik lewat media sosial,  lewat facebook, instagram, video blog, twitter dan lain sebagainya.

Presiden juga meminta para mahasiswa untuk rajin menulis mengenai Pancasila, serta mengingatkan mengenai kemajemukan Indonesia. Presiden menegaskan, tidak mungkin Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), pemerintah, dan MPR bekerja sendiri. Pemerintah harus mengajak semua kalangan untuk terlibat dalam kerja besar ini. Presiden Jokowi mengatakan, mulai Perguruan tinggi, ormas-ormas keagamaan, organisasi kepemudaan, semuanya harus bekerja bersama dalam membangunkan kembali pembinaan ideologi Pancasila. Sekian Fokus hari ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00