• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pesona Indonesia

Ritual Umbiro

15 August
10:53 2017
0 Votes (0)

VOI PESONA INDONESIA Berjumpa lagi dalam Pesona Indonesia. Hari ini kami mengajak anda berwisata ke Nusa Tenggara Timur. Jadi tetaplah bersama kami di RRI World Service Voice of Indonesia. Selain melalui gelombang pendek, anda juga dapat mendengarkan siaran kami melalui www.voi.co.id.

Masyarakat Manggarai Timur sangat menghargai dan menghormati padi sebagai ibu bumi. Sebanyak 90 persen orang Manggarai Timur memang berprofesi sebagai petani, baik petani ladang maupun sawah. Mereka hidup menyatu dengan alam. Segala sesuatu yang berhubungan dengan menanam berbagai jenis holtikultura selalu didahului oleh ritual adat yang menghormati alam semesta dan Tuhan Maha Pencipta. Karenanya tak heran mengapa masyarakat Manggarai Timur punya beragam ritual adat yang berhubungan dengan pertanian. Ada ritual Weri Mata Nii (berkat benih padi) yang diritualkan dengan darah ayam. Ada juga ritual Pasok Mata Nii atau tanam benih padi dan jagung yang sudah diberkati secara adat. Ada ritual Raut Kalang atau bersih rumput di sela-sela padi. Ada pula ritual Umbiro yang dilaksanakan di pinggir ladang ketika padi mulai berisi.

Ritual Umbiro selalu dibawakan oleh para petani di Manggarai Timur, khususnya di  Desa Mbengan, Desa Ranakolong, Desa Gunung, Desa Gunung Baru serta 22 desa lainnya. Ritual Umbiro adalah ritual meminta kepada alam semesta agar buah padi panjang dan bulirnya melimpah. Dalam bahasa setempat, "Umbi" adalah tarik dan "Ro" adalah nama sebuah tali yang hidup dan tumbuh di hutan. Jadi, ritual ini seperti lomba tarik tambang. Uniknya, yang melakukan Umbiro adalah kaum perempuan melawan kaum laki-laki dengan berpakaian adat setempat “songke”, selendang dan destar atau penutup kepala. Saat ritual ini dijalankan, lagu-lagu yang berhubungan dengan padi pun mengiringi ritual tersebut. Sebelum dilaksanakan ritual Umbiro di pinggir ladang, terlebih dahulu dipersembahkan sesajian kepada alam, leluhur dan Tuhan Maha Pencipta berupa ayam, babi dan kambing serta benda-benda lainnya.

Ritual Umbiro digelar, untuk meminta alam semesta, leluhur dan Tuhan Maha Pencipta agar memberikan hasil yang berlimpah dan menjaga padi dari gangguan roh-roh halus. Ritual ini dibuat leluhur orang Manggarai Timur karena pada zaman dahulu alam selalu dekat dengan manusia dan segala sesuatu berhubungan dengan alam semesta. Tradisi ini pun kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya sampai di zaman teknologi pertanian modern ini. Hingga kini, masyarakat setempat menggelar ritual Umbiro di pinggir ladang saat padi mulai berbunga dan biasanya dilaksanakan pada bulan Maret.

Sampai saat ini ritual yang berhubungan dengan padi, jagung, seperti Ritual Umbiro dibuat dalam bentuk tari-tarian yang dikembangkan oleh pelajar dan guru di Sekolah Dasar setempat. Mereka terus berupaya melestarikan kearifan lokal Manggarai Timur. Bahkan Tradisi Umbiro baru-baru ini pun digelar oleh masyarakat Manggarai Timur saat gala Dinner Lomba Balap Sepeda Internasional “Tour De Flores”. Saat itu sebanyak 30 siswa dan siswi sekolah dasar mementaskan tarian Umbiro di Pantai Muara Borong .

demikianlah edisi Pesona Indonesia kali ini, dengan topik Ritual Umbiro. Besok, kita akan berjumpa kembali dengan topik- topik menarik lainnya.// Dora

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00