• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bilik Sastra

Selaksa Permata Kusam

14 August
13:06 2017
0 Votes (0)

 VOI BILIK SASTRA Cahaya matahari mulai menembus kaca-kaca jendela bis berwarna merah itu. Menyebabkan para penumpangnya memicingkan mata, atau mengangkat tangan untuk menutupi mata mereka. Silau, terjemah dari sang otak. Satu dua tersenyum menyambut pagi mereka yang dipenuhi hangat. Satu dua malah mencebikkan mulut, panas, katanya. Memilih berpindah duduk, mencari yang lebih teduh atau tetap bertahan diterpa panas.

       Adalah Zara, salah satu penumpang yang memilih tersenyum pagi itu. Memilih menikmati sapuan hangat matahari yang berpadu hembusan angin negeri afrika. Ia masih terbuai oleh aroma musim gugur di negri kinanah saat kenek bis meminta ongkosnya. Tersenyum kikuk, sa

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00