• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Singa Barong, Kereta Kencana Canggih Pertama Buatan Indonesia

14 August
11:23 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI Berjumpa kembali dalam acara Warna Warni.  Pada Warna Warni edisi kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengetahui cerita dibalik kereta kencana singa barong. Tempat bersejarah seperti Keraton kerajaan jarang sekali menjadi incaran wisatawan untuk dikunjungi. Namun dibalik kemegahan bangunannya setiap keraton memiliki cerita sendiri. Keraton Kasepuhan yang terletak di kota Cirebon juga punya cerita. Kereta Kencana adalah satu hal menarik yang ada di keraton kasepuhan.

Keraton Kasepuhan mulai dibangun pada tahun 1430 oleh Pangeran Walang Sungsang atau Cakrabuana, putera mahkota Kerajaan Pajajaran. Saat keraton mulai dibangun, wilayah Cirebon masih disebut Caruban. Keraton Kasepuhan dulunya bernama 'Keraton Pakungwati. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Keraton Kasepuhan dan pernak-pernik yang tersimpan di dalamnya adalah perpaduan dari tiga agama, yaitu Hindu, Islam, dan Buddha, serta tiga budaya, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Eropa. Perpaduan ini menjadikan Keraton Kasepuhan lebih istimewa dari keraton lainnya.

Benda kuno keraton yang menunjukkan dengan jelas perpaduan unsur berbagai agama dan budaya adalah kereta kencana Singa Barong, kereta kencana tua canggih pertama buatan Indonesia. Kereta kencana itu istimewa karena sudah mengenal sistem suspensi seperti mobil canggih masa kini. Perbedaannya, teknik suspensi ini tidak menggunakan sistem pegas, tetapi kulit. Ada empat sabuk kulit yang membuat kereta ini lebih nyaman dipakai.

Keistimewaan kereta kencana Singa Barong lainnya adalah sayap burak yang bisa bergerak saat kereta berjalan. Ini membuat sayap bisa berfungsi seperti kipas angin bagi sang raja yang ditandu.

Kereta Singa Barong sendiri dibuat tahun 1549 oleh Panembahan Pangkuwati  I ( Satu ), Pangeran Mas Muhammad Arifin. Pada bagian depan kereta, terdapat wujud hewan yang merupakan gabungan dari tiga hewan sekaligus, yakni gajah, garuda, dan naga. Belalai gajah adalah lambang agama Hindu, garuda bersayap burak adalah lambang Islam, sedangkan naga adalah lambang Buddha. Setiap bagian dari kereta ini dapat memberikan kenyamanan bagi Sang Raja yang menggunakannya untuk berkeliling wilayah kerajaannya.

Menurut para ahli sejarah internasional kereta ini sangat luar biasa dan menjadi kereta kerajaan sempurna dan paling modern yang pada saat itu tak terfikirkan oleh orang pada saat itu. Tidak hanya kenyamanan saja yang terpancar dari kereta ini. Nilai filosofis yang dapat menyatukan tiga agama dan tiga budaya juga mampu menyatukan masyarakatnya. demikian informasi mengenai cerita dibalik kereat kencana singa barong. Terimakasih atas perhatian Anda dan sampai jumpa pada Warna Warni edisi berikutnya. // Nuke

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00