• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia-Rusia Perkuat Kemitraan Strategis

12 August
07:28 2017
0 Votes (0)

Menteri Luar Negeri i Rusia Sergey Lavrov melakukan kunjungan ke Indonesia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu (9/8) di Jakarta. Berbagai upaya untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara guna mengantisipasi perkembangan dunia dibahas dalam pertemuan itu. Kedua pejabat tinggi itu juga menandatangani dokumen kerjasama “Rencana Konsultasi antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia Tahun 2017-2019.” Kedatangan Lavrov juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kedatangan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia.

Dalam konferensi pers seusai pertemuan, Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan Rusia sudah menjalin erat kerjasama di bidang keamanan, termasuk dalam bidang kontra terorisme. Di bidang ekonomi, Retno Marsudi menjelaskan, Indonesia dalam dua tahun terakhir gencar melakukan promosi ekonomi melalui “Festival Indonesia” yang dilangsungkan di Moskow selama tiga hari. Wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia juga naik pesat. Dibanding tahun 2015, wisatawan Rusia pada tahun 2016 naik 22,5%; sementara pada lima bulan pertama tahun ini jumlah kenaikannya sudah lebih dari 62% dibanding tahun lalu. Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia tahun 2016 lalu mencapai US$ 2,1 miliar, atau naik 6,33% dibanding tahun 2015. Dalam lima bulan pertama tahun ini, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai US$ 1,12 miliar atau naik 54,43% dibanding periode serupa tahun lalu yaitu US$ 726 juta.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pemerintahnya, bersama dengan beberapa perusahaan Rusia telah mengkaji proyek-proyek investasi berskala besar yang sedang dilaksanakan di Indonesia. Rencana penanaman modal Rusia dalam proyek-proyek itu ikut dibahas dalam pertemuan dengan Retno Marsudi.

Selain kerjasama ekonomi dan bisnis, upaya pemberantasan terorisme menjadi salah satu topik utama kedua pejabat tinggi ini, termasuk kerjasama khusus untuk melawan para jihadis ISIS yang anggotanya sudah menyebar ke seluruh dunia. Tidak ada rincian yang dikemukakan tentang kerjasama khusus itu. Isu Palestina dan beragam konflik yang sedang mengoyak Timur Tengah juga menjadi kajian keduanya.

Lavrov menjelaskan Rusia dan Indonesia memiliki posisi yang sama dalam penyelesaian konflik di Suriah dan Irak, yakni berdasarkan hukum internasional, menghormati norma-norma dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, lewat perundingan untuk mencari kompromi serta konsensus tanpa campur tangan pihak asing.

Dalam lawatannya ke Jakarta ini Lavrov juga meresmikan perwakilan tetap Rusia untuk ASEAN. Pertemuan kedua menteri luar negeri itu merupakan yang ketiga dalam dua tahun terakhir, setelah tahun 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia; dan 2016 di Sochi, Rusia. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00