• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Guam: Sasaran Rudal Korea Utara

11 August
13:30 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Tingkat perseteruan Amerika Serikat dan Korea Utara sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, jika Korea Utara benar-benar mewujudkan ancamannya untuk meluncurkan Rudal berhulu ledak nuklirnya. Dalam sebuah berita yang dilansir oleh Kantor Berita Korea Utara, KCNA, hari Rabu ( 9 Agustus ), Korea Utara hanya tinggal menunggu “restu” dari Pemimpin Kim Jong Un untuk meluncurkan Rudal tersebut ke wilayah sekitar Guam.  Pulau kecil di kawasan Samudera Pasifik sebelah barat ini menjadi pangkalan militer Amerika Serikat dengan lebih dari 160 ribu personil. KCNA mengutip pernyataan Panglima militer Korea Utara, Jenderal Kim Rak Gyom menyatakan, Roket Hwasong 12 yang bermuatan Rudal berhulu ledak nuklir itu akan diluncurkan melintasi wilayah Jepang  dan mencapai sekitar Pulau Guam. Roket tersebut akan terbang sejauh lebih dari 3 ribu kilometer. Memang tidak secara langsung diarahkan menghantam fasilitas militer Amerika Serikat. Tetapi jika benar dilakukan dampaknya bisa mengarah kepada perang terbuka dengan Amerika Serikat.

Mengapa Korea Utara sampai mengeluarkan ancaman ini? Beberapa waktu sebelumnya, Presiden Trump menyatakan, dapat saja terjadi respon militer yang dahsyat atas sikap Korea Utara.  Hal ini memancing reaksi yang keras Pyongyang. Trump dianggap sosok yang tidak memiliki akal sehat. Ucapan Trump yang mengatakan Korea Utara memancing amarah dianggap omong kosong. Amerika Serikat sebelumnya telah memperingatkan Korea Utara bahwa apa yang dilakukannya selama ini dapat mengakibatkan keruntuhan rezim Kim Jong Un. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan, apa yang dimiliki Pyongyang tidak sebanding dengan kemampuan Amerika Serikat dan sekutunya. Mattis juga meminta Pyongyang untuk menghentikan program senjata jarak jauhnya. Selain itu, bukan Trump namanya jika tidak mengeluarkan pernyataan yang mengandung pesan kuat. Hari Rabu di New Jersey, Presiden Donald Trump melalui akun Twitternya menyatakan persenjataan nuklir Amerika Serikat lebih kuat. Meskipun demikian Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson masih mencoba meyakinkan bahwa Korea Utara tidak menimbulkan ancaman yang seketika. Melihat ketegangan yang kian meningkat di antara kedua negara, banyak pihak  berharap semuanya masih bisa diselesaikan melalui jalur perundingan dan bukan melalui kekuatan militer. Yang tidak diharapkan adalah Korea Utara benar-benar meluncurkan rudal ke Guam. Jika itu yang terjadi maka tidak ada lagi yang menghalangi Trump untuk melakukan tindakan militer. Diharapkan  sanksi terbaru PBB yang keras dapat membuat Kim Jong Un mengurungkan niatnya meluncurkan rudal ke Guam dan menghindarkan sebuah konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00