• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Berita Hari Ini

Menteri Luar Negeri RI Dan Malaysia Bertemu Bahas Perkembangan Kerjasama

11 August
13:15 2017
0 Votes (0)

VOI BERITA Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi  bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Sri Anifah dalam penyelenggaraan Joint Commision for Bilateral Cooperation atau JCBC ke 15 pada Jum’at, 11 Agustus 2017 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Retno Marsudi menjelaskan, pertemuan JCBC ke 14 diselenggarakan di Malaysia pada 2015. Usai pertemuan, pada Konferensi Pers bersama, Retno Marsudi menjelaskan, Tahun ini menjadi tahun yang sangat penting bagi Indonesia dan Malaysia karena pada tahun ini merupakan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dan di tahun yang sama merupakan peringatan 50 tahun berdirinya ASEAN dimana Malaysia dan Indonesia merupakan 2 dari 5 negara pendiri ASEAN. Rangkaian pertemuan JCBC telah dimulai Kamis, 10 Agustus melalui pertemuan pejabat tinggi. Menteri Luar negeri menjelaskan, dalam pertemuan tersebut membahas banyak sekali isu dan hal itu mencerminkan kekayaan hubungan yang dimiliki kedua negara. Pada pertemuan menteri luar negeri, pembicaraan terkait isu perdagangan dan investasi, isu perbatasan, kerjasama tenaga kerja dan pemberantasan perdagangan manusia dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, malaysia merupakan salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan dan investasi. Untuk tahun 2016 misalnya, perdagangan kedua negara hampir mencapai 15 miliar US Dolar. Dan Malaysia juga merupakan salah satu dari 10 investor terbesar di Indonesia dengan nilai 1,1 miliar US Dolar.

Retno Marsudi lebih lanjut menjelaskan, kedua menteri luar negeri juga membahas mengenai isu perbatasan. Indonesia dan Malaysia memiliki perbatasan laut maupun darat. Untuk perbatasan maritim, sejak JCBC terakhir, Indonesia telah menyelenggarakan 9 kali pertemuan. Kedua belah pihak telah menyepakati provisional teritorial sea boundary atau PTSB di laut Sulawesi dan Indonesia telah meminta kepada Malaysia agar PTSB tersebut dapat diresmikan. Untuk batas darat, Indonesia menyambut baik penandatangan nota kesepahaman nomor 20 mengenai Joint Demarcation and Survey on Indonesia Malaysia International Boundary. Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait perbatasan di kawasan Kalimatan Utara dan Kalimantan Barat. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang penempatan dan perlindungan tenaga kerja melalui pembaruan nota kesepahaman. Menteri Retno lebih lanjut menjelaskan, kedua negara akan melakukan kerjasama baru di bidang kelapa sawit. Kerjasama ini merupakan kerjasama baru yang sangat strategis karena kedua negara merupakan produsen sawit terbesar di dunia. Rept.VOI Sekar

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00