• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Perempuan Jadi Salah Satu Kekuatan Ekonomi Terbesar ASEAN

10 August
13:45 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, kaum perempuan merupakan faktor pendorong di balik kekuatan ekonomi yang dimiliki negara-negara anggota ASEAN. Menlu Retno Marsudi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/8/2017) menyebutkan, perempuan adalah kekuatan besar di balik kesuksesan ASEAN sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, tetapi perempuan juga menghadapi banyak tantangan untuk terus memajukan kawasan. 

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI pada pertemuan "ASEAN Women in Business Breakfast Meeting" yang dilaksanakan di sela-sela Pertemuan Menlu ASEAN di Manila, Filipina, 6 Agustus 2017.

‘ASEAN Women in Business Breakfast Meeting’ adalah pertemuan informal yang diselenggarakan di sela-sela kegiatan Pertemuan Menlu ASEAN di Manila dengan tuan rumah Menlu Australia, Julie Bishop, dan Menlu Filipina Alan Peter Cayetano.

Menlu Retno Marsudi yang hadir bersama Menlu Myanmar dan Vietnam serta beberapa pelaku bisnis wanita paling berpengaruh di Asia Tenggara, menyampaikan paparan yang khusus menyoroti peran dan tantangan yang dihadapi perempuan di ASEAN selaku kontributor singifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Retno Marsudi mengatakan, populasi perempuan di kawasan ASEAN mencapai lebih dari separuh dari sekitar 600 juta penduduk ASEAN. Selain itu perempuan juga menjadi pemilik dan pengelola sekitar 33 persen dari 66 persen UKM di empat negara-negara ASEAN.

Menlu RI menjelaskan besarnya peran perempuan dalam menjalankan roda perekonomian, khususnya untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi salah satu nadi perekonomian ASEAN.

ASEAN adalah kekuatan ekonomi keenam terbesar di dunia dan ketiga terbesar di Asia. ASEAN juga mencatat nilai gabungan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 2,55 triliun dolar AS. Pada 2015 kerjasama ekonomi antar-negara ASEAN berada pada posisi paling stabil yaitu 24% dari total perdagangan barang.

Berbagai keberhasilan tersebut, menurut Retno, dapat dicapai bukan tanpa tantangan, dan masih banyak permasalahan yang dihadapi perempuan-perempuan di ASEAN.

Retno Marsudi mengatakan, kesenjangan pendapatan, banyaknya perempuan yang bekerja di sektor informal yang rentan eksploitasi, kesulitan mendapat akses modal dan informasi pasar bagi pelaku bisnis perempuan adalah sebagian dari tantangan yang dihadapi. Untuk dapat menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan kerjasama antara negara-negara ASEAN untuk mencari jalan keluar terbaik. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00