• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Mempercepat Pelaksanaan Proyek Infrastruktur.

10 August
13:44 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Program Nawacita  Presiden Joko Widodo telah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur,  tidak hanya di pulau Jawa, tapi juga di pulau-pulau dan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Contohnya Kalimantan Barat telah meresmikan beberapa proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota.  Antara lain Jembatan Tayan, Bandara internasional Supadio, hingga yang terakhir beberapa pintu perbatasan antar negara dan pembangkit listrik.

Pemerintah saat ini memang masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai tempat, dengan maksud untuk dapat meningkatkan  daya saing Indonesia dengan negara lainnya.  Presiden Joko Widodo meminta para menteri mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur  terutama yang pelaksanaannya merupakan kerja sama dengan pihak lain. Agar investasi segera masuk ke Indonesia,  lantaran pendanaan proyek tersebut tidak dapat dilakukan dari satu sumber yaitu APBN saja.

Para menteri terkait seperti Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman, Menteri perhubungan, dan Menteri ESDM diminta selain untuk  mempercepat semua proyek infrastruktur juga mempermudah prosesnya.  Antara lain  pengerjaan proyek pelabuhan Patimban,  dan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Demikian pula  dengan  pembangunan kilang, proyek listrik, jalan tol, dan LRT (Light Rail Transit). Untuk pembangunan LRT, pemerintah kini mengubah skema pembiayaannya dengan melibatkan pihak swasta dan perbankan. Sebanyak 70%  didanai oleh perbankan , sementara PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) menanggung kekurangannya yang diambil dari arus kas operasional LRT.

Sedangkan untuk pembangunan Kilang, kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya menambah kapasitas kilang minyak dan gas melalui strategi revitalisasi.dan pembangunan kilang di beberapa lokasi. Tujuannya, agar target produksi lebih dari 2 juta barel minyak perhari pada tahun 2023 dapat tercapai. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rahmad Hardadi mengungkapkan, keterbatasan infrastruktur kilang menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina untuk menunjang ketahanan energi nasional.

Kesemua pembangunan tersebut tentunya harus disyukuri dan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, serta memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dampak langsung pembangunan infrastruktur adalah terbukanya peluang untuk mengakses sumberdaya yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia..Selain itu yang juga dirasa penting,  dengan adanya infrastruktur yang memadai maka biaya ekonomi tinggi dapat ditekan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00