• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Asean Menuju Kawasan Bebas Nukir

7 August
13:20 2017
0 Votes (0)

Menuju kawasan bebas nuklir menjadi salah satu agenda yang terus digodok ASEAN di usianya yang ke-50 saat  ini. Pada rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting-AMM) ke 50 yang berlangsung 2 hingga 8 Agustus 2017 di Manila, Filipina, isu tentang ASEAN Kawasan Bebas Nuklir ikut dibahas dalam  komisi.  Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) atau dikenal dengan Traktat Bangkok yang ditandatangani pada tanggal 15 Desember 1995 adalah suatu kesepakatan di antara negara-negara Asia Tenggara yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam untuk mengamankan kawasan ASEAN dari bahaya senjata nuklir. Indonesia menegaskan bahwa setelah 22 tahun sejak Traktat SEANWFZ ditandatangani oleh 10 Negara anggota ASEAN untuk menjadikan kawasan ASEAN bebas senjata nuklir, belum ada negara pemilik senjata nuklir yang bereaksi terhadap Protokol Perjanjian tersebut.  Indonesia adalah negara yang aktif menyuarakan dan mendorong perlunya negara-negara yang masih memiliki senjata nuklir untuk memanfaatkan traktat SEANWFZ. Hal ini dimaksudkan agar negara-negara di kawasan Asia Tenggara terbebaskan dari dampak penggunaan senjata nuklir negara lain.  Semua menyadari  dampak dari senjata nuklir. Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota dan  hanya pernah  digunakan dua kali selama ini, yaitu semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota Hiroshima dan Nagasaki  di Jepang,. Pada saat  itu daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di kedua kota tersebut   hanya sebesar 20 kilo (ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT. Dampak yang ditimbulkan oeh senjata nuklir sangatlah dasyat. Pengeboman dengan menggunakan senjata nuklir yang dilakukan oleh pihak sekutu di Kota Hiroshima dan Nagashaki pada 6 Agustus 1945 pada saat Perang Dunia II memakan korban yang tak terbayangkan sebelumnya. Akibat dari pengeboman itu tercatat sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki tewas.. Serangan bom atom itu juga meluluh lantakkan negeri Jepang. Tidak hanya itu,  efek yang ditimbulkan setelah itu adalah penderitaan berkepanjangan dari generasi ke generasi akibat radiasi kimia yang diturunkan lewat genetika  Antara  lain penyakit kanker dan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Tentu saja Negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN tidak menginginkan peristiwa pengeboman itu terjadi lagi. Usaha pemerintah Indonesia dalam mendorong dan mengajak negara-negara yang masih memiliki senjata nuklir untuk memanfaatkan traktat SEANWFZ, patut didukung, agar negara-negara di kawasan Asia Tenggara terbebaskan dari dampak penggunaan senjata nuklir negara lain. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00