• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bilik Sastra

Kenanga Tinggal Kenangan

 

VOI BILIK SASTRA Aku berangkat ke kotanya sebelum cahaya kemerahan merekah di timur. Dengan pesawat paling awal, diantar hawa dingin dan kabut bulan November yang menusuk…

2 Votes (5)

118 Pembaca Baca Selengkapnya

Hanya Kaulah Cintaku

 

VOI BILIK SASTRA Hari ini adalah kesekian kalinya ia mendapatkan kiriman biskuat, coklat dan surat dari seseorang yang menaksir dirinya,  namun belum pernah sekalipun…

1 Votes (3)

91 Pembaca Baca Selengkapnya

Rumah

 

VOI BILIK SASTRA Angin musim gugur menguarkan hawa dingin, meniup deretan lampion yang menyala-nyala saat senja tiba di kota tua ini. Seperti empat kali musim gugur yang…

4 Votes (4.3)

212 Pembaca Baca Selengkapnya

Surat Untuk Fatimah

 

Oleh: Rosidah binti MusaVOI BILIK SASTRA Minggu yang panas, dia berdiri tepat di depan toko seveneleven sepatu hak tinggi lima senti menjulang tubuhnya yang mungil. Gerak-geriknya…

4 Votes (4.3)

213 Pembaca Baca Selengkapnya

Mutiara dalam Gubuk

 

VOI BILIK SASTRA Dia laksana mutiara dalam laut yang berkilau indah, yang pancarannya bisa di nikmati para nelayan yang sedang asyik dengan kail dan jala ikan mereka. Ya,…

0 Votes (0)

96 Pembaca Baca Selengkapnya

Selaksa Permata Kusam

 

 VOI BILIK SASTRA Cahaya matahari mulai menembus kaca-kaca jendela bis berwarna merah itu. Menyebabkan para penumpangnya memicingkan mata, atau mengangkat tangan untuk…

1 Votes (5)

111 Pembaca Baca Selengkapnya

JODOHKU LELAKI TURKI

 

VOI BILIK SASTRA Disumpahin tidak laku dengan lelaki Indonesia, aku malah dapat lelaki Turki.Awalnya aku agak takut dengan sumpah bapak kos yang membenciku. Alasannya…

0 Votes (0)

104 Pembaca Baca Selengkapnya

Istri Pemuja Dewandaru

 

VOI BILIK SASTRA Sulung, teman zaman abu-abu putih sepekan yang lalu meneleponku. Dia menceritakan perihal kesuksesannya bekerja sebagai TKI di Hongkong. Bahkan suaminya…

2 Votes (4.5)

127 Pembaca Baca Selengkapnya

Seutas Kasih di Admiralty

 

VOI BILIK SASTRA Saat mengenalnya pasti kalian akan setuju bahwa dia seorang yang ayu, keibuan dan pintar. Pandai merangkai kata pun merenda desain acara. Namanya Tria Megasakti,…

0 Votes (0)

124 Pembaca Baca Selengkapnya

Biarkan Dia Bernapas

 

VOI BILIK SASTRA Kukira hujan semalam berhenti pada pagi hari, ternyata percikan gerimis masih hingga dini hari. Aku tersenyum kecut ketika melihat gedung pencakar langit…

19 Votes (4.4)

469 Pembaca Baca Selengkapnya

Ayah, Karya Justto Lasso.

 

Tangan mungil Ranu menyambut pahaku, begitu aku membuka pintu. Segera saja kuangkat tubuh bocah lelaki lima tahun itu. Tubuh mungilnya segera terbenam dalam dekapanku, suara…

0 Votes (0)

730 Pembaca Baca Selengkapnya

Sumur Munafik, Karya Ahmad Nizar Syamwil

 

Entah atas dasar apa aku tertarik untuk melihat sumur yang kata temanku itu adalah “Sumur Munafik”. Padahal, selain validitas data tentang keberadaannya belum…

0 Votes (0)

764 Pembaca Baca Selengkapnya

Alysa dan Lelaki di dalam Teng Teng, Karya Yesi Armand Sha

 

Laki-laki itu melihat Alysa berdiri diantara barisan rapi penumpang masuk Teng Teng. Tak banyak penumpang di dalam kereta listrik yang lintas relnya di tengah itu. Alysa…

0 Votes (0)

472 Pembaca Baca Selengkapnya

Langit Berwarna hitam, Karya Yesi Armand Sha

 

Langit berwarna hitam. Sepertinya hujan segera turun. Hari ini Getar tidak kerja. Ia meminta bibik tinggal di rumah dan ia sendiri yang menjemput Sakti. Sepuluh menit yang…

0 Votes (0)

908 Pembaca Baca Selengkapnya

Selamat Jalan Madiba, Karya Susana Nisa

 

Pertengahan Desember dua tahun lalu, langit seolah mengganti biru lazuardinya menjadi putih kelabu. Mengikat pucuk-pucuk kanopi dengan butiran-butiran putih nan lembut. Membingkai…

0 Votes (0)

604 Pembaca Baca Selengkapnya
1 2 3 Next  >  Last  >>
00:00:00 / 00:00:00