• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pembelian BBM Non Subsidi di Batasi, Nelayan Tarakan Minta Dispensasi

6 January
13:55 2020
1 Votes (5)

KBRN, Tarakan : Larangan pembelian BBM Non Subsidi menggunakan wadah jerigen plastik yang selama ini digunakan nelayan tangkap dan petani tambak yang diatur dalam surat edaran Walikota Tarakan Nomor : 510 / 786 / Disdakop-UKM mulai dikeluhkan.

Terbitnya aturan tersebut, masyarakat nelayan dan petani tambak yang tergantung kebutuhan BBM, sangat terganggu karena tidak dapat membeli BBM sebelum mengganti wadah dari bahan logam dan mengantingi rekomendasi.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan mewakili nelayan  sangat menyangkan aturan tersebut, karena kembali menyulitkan masyarakat nelayan dalam memperoleh BBM Non Subsidi.

Baca Juga : Warga Tarakan Borong BBM Bersubsidi, Orang Kecil Beli yang Mahal

"kita sebagai nelayan ini sebetulnya selama ini kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, akhirnya muncul bbm non subsidi, sehingga memudahkan masyarakat nelayan membeli di SPBU dengan wadah jerigeb, meskipun harga lebih mahal, tapi kenapa dipersulit lagi untuk beli BBM Non Subsidi," Jelas Rustan senin (6/1/2020).

Harapan nelayan pemerintah dan pertamina tidak mempersulit pembelian BBM non subsidi, yang menjadi kebutuhan nelayan dalam mendukung aktifitas mencari nafkah. "Kalau tidak ada bbm kita mau kelaut pakai apa, pakai dayung atau berlayar, belum lagi dilarang menggunakan jerigen plastik dan diganti dengan wadah logam," ungkapnya.

Ditambahkannya, Nelayan untuk tidak dipersulit, seperti menggunakan wadah berbahan dasar logam, sehingga mengeluarkan biaya yang harus disiapkan segera, belum termasuk pengurusan rekomendasi dinas teknis menjadi hambatan mencari nafkah, dan  DPRD menjadi pengharapan agar pemerintah memberikan pengecualian. (Rst).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00