• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Presiden Serahkan 1.000 Sertifikat Hak Atas Tanah ke Rakyat Kaltara

18 December
19:45 2019

KBRN, TARAKAN : Kunjungan kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Provinsi Kaltara, Rabu (18/12/2019) tepatnya di kota Tarakan. Membagikan 1.000 sertifikat tanah kepada masyarakat, di lapangan tenis indoor Telaga keramat.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Indonesia ini menyampaikan kepada masyarakat, selama tahun ini pihaknya meningkatkan target pemberian sertifikat tanah di seluruh Indonesia, menjadi 9 juta sertifikat, dan itu telah rampung. Hal itu dilakukan lantaran sejak tahun 2015 lalu masih ada 80 juta masyarakat belum mendapatkan sertifikat tanah.

"Dulu untuk seluruh Indonesia, setiap tahun hanya mengeluarkan 500 ribu sertifikat saja. Sekarang kita tingkatkan 15 kali lipat. Bidang tanah di seluruh tanah air yang harus bersertifikat itu 126 juta di pegang oleh masyarakat, tapi tahun 2015 baru 46 juta yang bersertifikat. Oleh karena itu kita tingkatkan. Jadi bapak dan ibu yang sudah dapat harus bersyukur," ungkapnya di hadapan masyarakat penerima Sertifikat tanah di Kaltara.

Kata Presiden, sertifikat tanah ini bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat." Setiap hari saya masuk desa, ke kampung-kampunh, dan daerah. Saya selalu mendengar dari rakyat masalah sengketa tanah ataupun lahan, serta konflik tanah dan konflik lahan. Sehingga sertifikat ini menjadi bukti kepemilikan, meter perseginya, dan nama pemegang hak ada di dalam sertifikat ini," terang, Joko Widodo.

Namun Joko Widodo meminta, agar masyarakat pemegang sertifikat tanah ini menjaga dan memanfaatkan sertifikat itu dengan baik. Sertifikat itu harus di foto copy lalu yang asli dan foto copy di taruh di tempat terpisah. Jika sewaktu-waktu hilang yang asli bisa di urus kembali.

"Kemudian saya titip, kalau sudah pegang sertifikat biasanya ingin di sekolahkan untuk jaminan atau anggunan di bank. Tapi tidak apa memang bisa seperti itu. Saya ingatkan meminjam uang di bank itu hati-hati betul. Harus di hitung pinjamnya berapa, tiap bulan harus bayar angsuran berapa. Jangan sampai pinjam uang di Bank tapi tida bisa kembalikan. Sertifikat dan tanah bisa hilang di ambil sama Bank. Kalau mau pinjam gunakan untuk modal usaha, atau investasi, jangan digunakan untuk beli mobil, atau barang lainnya," harap Presiden RI. 

Diketahui, 1.000 sertifikat tanah yang di bagikan Presiden RI, terdiri 50 Bidang milik masyarakat dari Kabupaten Bulungan, 50 Bidang milik masyarakat dari Kabupaten Malinau, kemudian 36 bidang milik masyarakat dari Kabupaten Nunukan, dan 864 bidang milik masyarakat dari kota Tarakan. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis kepada 12 orang perwakilan yang dipilih.

Turut menyertai Presiden dalam kegiatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, serta Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. (crz)

00:00:00 / 00:00:00