• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Kajari Fokus Lakukan Pencegahan Korupsi dan Menyelamatkan Uang Negara

9 December
22:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN : Memperingati Hari anti korupsi sedunia (Hakordia) 2019, Kejaksaan negeri (Kajari) Tarakan melakukan sejumlah kegiatan termasuk memaparkan hasil kinerja dalam pemberantasan kasus korupsi di bumi paguntaka ini, Senin (9/12/2019).

Kepala kejaksaan (Kejari) Tarakan, Fatkhuri menuturkan, Hakordia tahun ini pihaknya menggelar beberapa kegiatan. Seperti upacara bersama melibatkan perwakilan pelajar SMA dan SMK di kota Tarakan. pasalanya para pemuda ini merupakan generasi milenial yang harus paham dengan bahayanya korupsi, 

"Kedepannya mereka (Pemuda) akan menjadi pemimpin masa depan, sekaligus garda terdepan membangun bangsa ini," jelasnya.

Selain upacara, kata Fatkhuri, pihaknya juga  memasang sepanduk anti korupsi di beberapa titik, dan membagikan setiker ajakan anti korupsi kepada masyarakat."Upaya pemberantasan korupsi dilakukan mulai dari pencegahan dini ke generasi muda, dan di masyarakat," ujarnya.

Dalam paparanya, lanjut Kejari, tahun 2019 ini, berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp100 juta dari denda, dan uang pengganti Rp77.489.000, ditambah biaya perkara. 

"Uang yang dikembalikan hampir Rp180 juta ini selanjutnya masuk ke kas negara dan masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meski besarnya belum signifikan, tapi bisa diselamatkan di setor ke kas negara,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengembalian uang negara ini, berasal dari 6 terpidana yang sudah di eksekusi, yakni kasus korupsi bahan mengajar dengan terpidana Herdiansyah, Yansar dan Aji Wiweko. Kemudian kasus Rumah Layak Huni dengan terpidana Margaretha Anjung Lerang, dan kasus korupsi pematangan lahan Bandaran Juwata Tarakan dengan terpidana Liem Budi dan Djoko Priambodo.

“Ini sebagai upaya kami, disamping pencegahan dan penindakan. Jadi, harus ada penyelamatan keuangan negara juga. Tapi masih ada satu orang terpidana belum membayar uang pengganti. Yaitu Djoko Priambodo yanh meminta waktu untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 200 juta.

Lebih jauh Fatkhuri membeberkan, tahun ini juga ada penyelidikan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan. Namun belum bisa di publikasikan lanyaran belum bisa di ekspose."Prosesnya saat ini sedang dalam tahap pemanggilan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti yang ada," tuntasnya. (crz) 
 

00:00:00 / 00:00:00