• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Peredaran Rupiah di Perbatasan Kaltara Meningkat Drastis

12 November
20:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, YOGYAKARTA : Kerja keras Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltara agar Rupiah dapat berdaulat di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indoesia (NKRI), mulai memperlihatkan perkembangan positif. Pasalnya peredaran Ringgit saat ini mulai berkurang.

“Menjaga Rupiah agar tetap berdaulat di perbatasan juga merupakan salah satu tugas kami. Sejak kami hadir 2017 lalu, sudah 52 kali menyalurkan uang pecahan besar dan kecil ke sebatik,” tutur Kepala KPw BI Provinsi Kaltara, Hendik Sudaryanto dalam paparannya di Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Kaltara belum lama ini.

Ia menjelaskan, telah melakukan survey bekerjasama dengan Universitas Borneo Tarakan, saat ini porsi peredaran rupiah dibanding ringgit telah meningkat drastis. Dengan perbandingan 90 : 10. Sebelumnya porsi rupiah dibanding ringgit tiga tahun kebelakang sekitar 70 : 30.

“Kita akan teruskan program-program dan mengajak seluruh stakeholder. Sehingga di Sebatik itu bisa rupiah semua untuk bertransaksi. Kita melakukan tiga cara untuk membuat rupiah berdaulat di perbatasan. Pertama, menyediakan suplai uang mencukupi kebutuhan transaksi masyarakat. Kedua, meningkatkan pemerataan  sarana infrastruktur penunjang. Dalam hal ini adalah layanan money changer atau tempat penukaran uang. Baik money changer dalam bentuk lembaga atau perorangan yang mendapat izin dari BI. ketiga, kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi. Dalam hal ini, menggandeng pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat yang mebawa pengaruh besar,” pungkasnya.

Kata Hendik, upaya penindakan secara tegas sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang masih bisa dihindari. Sehingga tidak sampai menyeret masyarakat yang bersikukuh menggunakan mata uang selain rupiah berurusan dengan hukum,”Kami sering melakukan pendekatan-pendekatan agar tidak ada gesekan-gesekan dalam mengajak masyarakat mematuhi UU mata uang,” tutupnya. (crz)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00