• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tiga Bulan Terkahir Kaltara Alami Deflasi 0,3 persen

11 November
20:25 2019
0 Votes (0)

KBRN,YOGYAKARTA: Berdasarkan perhitungan Kantor perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) kaltara,  inflasi Januari hingga Oktober Kaltara terhitung deflasi.  Dimungkinkan bulan November hingga Desember akan muncul tekanan inflasi.

Kepala Kpw BI Kaltara, Hendik Sudaryanto mengungkapkan, inflasi Kaltara sangat terjaga dengan baik. Selama ini inflasi di Kaltara dihitung hanya satu kota yaitu Tarakan., namun Tahun depan pihaknya akan menambahkan Tanjung Selor sebagai ibu kota yang dihitung secara nasional.

“Meski terjaga ada hal-hal diluar prediksi kita. Tiga bulan ini Kaltara alami deflasi 0,3 persen. Memang secara tahunan kita masih inflasi 2,2 persen. Kemungkinan di bulan November hingga desember akan muncul tekanan inflasi sesuai siklusnya. Karena mendekati Natal dan tahun baru, konsumsi akan meningkat. Tahun lalu inflasi kita di kisaran 5 persen, tahun ini kisarannya bisa 2 persen. Tahun depan tekanannya akan menambah lagi terutama di sisi Administered Prices (kebijakan pemerintah),” ungkapnya, dalam paparan kegiatan Capacity Building Wartawan ekonomi dan Bisnis Kalimantan Utara.

Lanjut Hendik, deflasi ini belum tentu dikarenakan pedagang merugi, sebab level harga di Tarakan sudah cukup tinggi. Menurutnya, ini bisa juga dikarenakan permintaan dan penawaran.  Tekanan inflasi Kaltara akan muncul di November dan Desember. Hal ini karena siklus akhir tahun seperti Natal dan Tahun Baru yang akan meningkatkan konsumsi.

“Kalau kita melihat penyusunan inflasi harga konsumen itu ada tiga. pertama disebabkan kebijakan pemerintah seperti kenaikan tarif listrik, BPJS, LPG, BBM, maupun chukai rokok. Kedua adalah Inflasi Inti yang di pengaruhi Kebijakan BI terkait permintaan murni, permintaan penawaran. Misalkan terjadi inflasi tinggi, maka BI akan melakukan pengetatan kebijakannya, sinyalnya BI 7-day (Reverse) Repo Rate, jika tidak ada tekanan maka akan di longgarkan. ini tidak bisa di kendalikan Tim Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) daerah. Kemudian yang ketiga, Inflasi yang di sebabkan Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food), ini yang menjadi lahan TPID. Kalau Berdasarkan supplay and demand, Kaltara masih bagus,” tuntasnya. (crz)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00