• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

TNI - Polri

Setelah Dijemput dari Jakarta, MU Masuk "Hotel Prodeo" Polres Tarakan

16 October
21:30 2019
1 Votes (4)

KBRN, TARAKAN : Pelaku penipuan berinisial MU yang telah ditangkap unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan di Jakarta, pada minggu lalu, sekarang telah meringkuk di balik jeruji besi Mako Polres Tarakan.

Diketahui, penangkapan MU di Jakarta bekerjasama dengan Polda Metro jaya. Pelaku dilaporkan korbannya telah menggelapkan uang milik AS sebesar Rp 63 juta pada Februari lalu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan melalui KBO Satreskrim, Iptu Muhammad Aldi membenarkan, MU sekarang sudah berada di Tarakan dan saat ini telah mendekam di sel rutan Polres.

“Awal kejadian penipuan ini ketika AS ingin mencari Wedding Organizer (WO) untuk acara pernikahannya di Balikpapan. Sehingga ada seorang rekan AS menawarkan agar menggunakan WO yang cukup terkenal di Tarakan yang merupakan milik MU. Korban akhirnya bertemu MU 19 Februari lalu di salah satu cafe. Akhirnya mereka membahas jadwal pernikahan AS,”jelasnya, Rabu (16/10/2019).

Setelah bertemu MU dan merasa cocok dengan kesepakatan antar keduanya, Lanjut Aldi, AS memberikan uang panjar sebesar RP 63 juta, Pada 24 Februari,”Ketika beberapa hari kemudian korban mengkonfirmasi kembali MU ternyata sudah tidak ada respon. Tidak lama setelah itu korban mendapat informasi dari rekan calon istri bahwa MU dikabarkan kabur keluar Tarakan,” terangnya.

Kata Aldi, Setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan mendapat kabar kalau MU berada di Kota Jakarta, dan telah bekerja di salah satu perusahaan Wo juga disana.

“MU kami amankan di sebuah kos-kosan, Jalan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada sekitar pukul 21.00 WIB. Lalu Penahanan dilakukan sejak tanggal 13 Oktober kemarin. MU mengaku memang berencana membawa lari uang tersebut. Soal kemana uang milik korban itu, sampai saat ini kami masih menelusurinya. waktu kami amankan, MU hanya memiliki uang tunai sebesar Rp 200 ribu saja. Kalau Pasal yang kita sangkakan kepada MU yaitu 372 dan 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan atau penggelapan, dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,” tuntasnya. (crz)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00