• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Fintech Lending Terdaftar OJK Terjamin Aman

10 October
20:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN :  Fintech lending atau aplikasi pemberi pinjaman yang mulai naik daun dikalangan masyarakat Indonesia dinilai sangat bermanfaat dan membantu kesulitan khususnya pelaku UMKM. Namun dengan munculnya fintech lending ilegal masyarakat di minta lebih waspada, dan disarankan agar menggunakan fintech lending yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat dikonfirmasi, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan OJK Indonesia, Munawar S.T, M.B.A mengungkapkan, fintech lending merupakan idustri baru, yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya terbukti membantu memberikan bantuan pendanaan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sejumlah daerah.

"Keberadaan industri ini tentu mempunyai resiko. Seperti adanya pihak lain memanfaatkan, dan mengganggu yaitu fintech lending ilegal. kalau mau pakai fintech lending, gunakan lah yang legal, jangan yang ilegal. Kalau fintech lending legal yang di akui OJK sebanyak 127 unit, sementara yang berizin sebanyak 13 unit. jika mau tau bisa buka website OJK," ungkapnya, usai kegiatan OJK Goes To Campus, di Universitas Borneo Tarakan, Kamis (10/10/2019).

Kata Munawar, cara membedakan fintech ilegal yakni bunganya lebih tinggi dari yang sudah di tentukan, kemudian semua kontak yang ada di hp konsumen beserta gambar-gambar di salin, dan keberadaannya juga tidak diketahui,"Cara fintech ilegal menagih juga kasar. Seperti dengan mengancam, menyebarkan foto konsumen, dan menghubungi semua kontak yang ada di hp konsumen untuk memberitahukan kalau konsumen itu berhutang," bebernya.

Munawar menjelaskan, sampai akhir agustus di provunsi kaltara jumlah peminjam menggunakan fintech lending legal sebanyak 12.082 orang, rekening lender pemberi pinjaman sebanyak 510, lalu penyaluran pinjaman di kaltara mencapai 38,8 Milyar rupiah.

"Tapi ini masih perlu ditingkatkan lagi. kita sosialisasinya ke mahasiswa agar bisa di beritahukan ke yang lainnya. Kami menyarankan jangan utang kalau tidak butuh, lalu jika ingin utang pastikan di fintech legal terdaftar di OJK, Pastikan utang yang produktif, dan pastikan bayar tepat waktu. Kami sosialisasi ini juga dalam rangka edukasi publik agar mahasiswa paham revolusi 4.0 terkait tantangan dan ancamannya," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Kusyeryansyah, S.IP., M.B.A. menuturkan, misi khusus industri ini memberikan akses pinjaman uang bagi masyarakat yang tidak terjangkau Bank dan Multi Finance.

"Kita sebenarnya mengisi ruang kosong di indonesia, sebesar1000 triliun pertahun secara pelan-pelan. Biasanya kalau kami datang ke suatu kota, transaksi fintech lending legal ini selalu mengalami peningkatan. Walaupun industri ini baru namun ada dua jalur yakni legal dan ilegal. Kita minta agar lebih berhati-hati terhadap fintench lending yang ilegal, singkatnya.

Dilain sisi, Senior Business Development Manager Kredit pintar, Randy Santoso mengaku,  hal yang membedakan dengan fintech lending ilegal yaitu pihaknya menggunakan artificial intelligence atau kecerdasan buatan,"Contohnya kita menggunakan facial comparison, dan facial recognition, berfungsi saat calon nasabah di ambil gambar diri dan KTP denga cara selfi sambil memegang KTP, mesin akan membaca ribuan titik dari nasabah itu sendiri. untuk "make sure" yang ngajuin benar-benar nasabah tersebut. kita juga menggunakan Optical Character Recognition (OCR), untuk extract data dari KTP calon nasabah sehingga nasabah tidak perlu isi formulir persyaratan yang banyak," ucapnya.

Ditambahkan, Government Relations Officer Koin Works, pengembangan pembiayaan  pihaknya tidak hanya dengan persyaratan KTP, NPWP, dan rekening koran. tetapi bagi pelaku usaha yang memasuki online, digital assetnya bisa menjadi persyaratan," Bisa kita lihat. Jadi ekosistem yang terbentuk itu baik dari fintech ataupun e-commerce lain bisa menjadi satu. Ketika itulah menjadi data dasar untuk kita membuat credit scoring terhadap pelaku UMKM itu sendiri," tutupnya. (crz)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00