• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kaltara dukung revisi UU KPK.

11 September
15:04 2019
4 Votes (5)

KBRN, Tarakan : Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kaltara menggelar aksi damai di Simpang Empat GTM Tarakan, mendukung Revisi UU KPK agar segera diselesaikan (11/9/2019)

Koordinator aksi Jhony Kepada RRI menjelaskan, aksi damai diikuti beberapa elemen mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Mahasiswa STIMIK PPKIA, Mahasiswa STIE Bultar, Kelompok Pemuda Tarakan dan elemen masyarakat lainnya.

"Kami mendukung penuh RUU KPK untuk yang lebih baik dan tegas berintegritas dan profesional dalam pemberantasan korupsi. Revisi UU KPK bukan untuk melemahkan justru menguatkan KPK", tegas Jhony.

Jhony menambahkan, Pengertian Independen bukan bebas tak terbatas atau kebablasan. Justrul, jika kita pelajari lebih jauh dengan adanya revisi UU KPK dapat mengakomodir semangat pencegahan, koordinasi dan kerja sama antar lembaga penegak hukum tindak pidana korupsi.

"Untuk itu, kami mendukung penuh kinerja Pansel KPK untuk KPK yang lebih baik dan jangan takut ancaman dari luar", tegas Jhony.

Sementara itu, menanggapi adanya polemik pro dan kontra terkait Revisi UU KPK. Akademisi Universitas Borneo Tarakan Yasser Arafat mengungkapkan, 

Revisi UU No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam beberapa waktu ke belakang memunculkan polemik di masyarakat. Sebab masyarakat menilai dengan adanya revisi tersebut dapat melemahkan fungsi KPK. 

"Sebagai negara demokrasi wajar saja ada pendapat pro dan kontra, justrul yang harus kita hindari adalah provokasi yang dapat memecah belah, sehingga menghambat upaya perbaikan itu", terangnya.

Yasser mengkawatirkan, jangan sampai revisi ataupun tidak, Malah dapat mengakibatkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Korupsi inikan tindak pidana luar bisa, sebagai UU Tindak Pidana luar bisa, maka harus diselesaikan dengan cara luar biasa juga, revisi boleh saja, asal itu memperkuat KPK", tutup Yasser. Amr**

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00