• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Akhiri Latma Indomalphi 2019, Angkatan Darat Tiga Negara Bebaskan Sandera

7 August
18:44 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tarakan : Latihan bersama (Latma) angkatan darat tiga Negara Indonesia, Malaysia, dan Philiphina (Indomalphi) Middle Land Exercise 2019 di kota Tarakan resmi berakhir yang di tutup langsung oleh Irjen Kemhan / Laksamana Madya (Laksdya) TNI Didit Herdiawan.

Sebelum Upacara Penutupan Jenderal Bintang Tiga Itu Meninjau Langsung Jalanya Mekanisme Latihan dilapangan yang dipaparkan Langsung Oleh Danbrigif 24/Bc Kolonel Inf Willy Brodus Yos Rohadi Selaku Komandan Latihan. Selain itu Prajurit juga melakukan simulasi operasi penyerangan musuh, dan pembebasan sandera yang melibatkan Prajurit Gabungan Tiga Negara Indonesia,Malaysia,dan Filiphina. Operasi pembebasan sandera dilakukan melalui taktik serangan darat dan udara, untuk mengamankan lokasi didahului dengan penembakan musuh oleh Penembak Jitu (Sniper) Yonif Raider 613/RJA dengan jarak tembak 617 Meter menggunakan Senjata Sniper jenis SPR 3 Produksi PT. Pindad Indonesia.

Usai upacara penutupan, Irjen Kemenhan RI Laksdya TNI Dr.Didit Herdiawan,MP.P.A.,M.B.A mengungkapkan, latihan bersama tiga negara ini merupakan latihan yang terus berkelanjutan diikuti Prajurit Angkatan Darat Tiga Negara Indonesia, Malaysia, dan Philipina.

“Dilaksanakanya Latihan ini tentunya memiliki manfaat yang sangat besar melalui adanya pertukaran pengetahuan keterampilan, maupun penanganan teroris. Serta meningkatkan persahabatan dan kepercayaan antara Angkatan darat ketiga Negara. Ini salah satu kegiatan yang menunjukan kebersamaan dalam rangka antisipasi yang dilakukan oleh musuh yaitu teroris, manakala pelaksanaan kegiatan ini terus dilakukan maka akan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit serta kerjasama tiga Negara semakin lebih baik,’’ ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Lanjut Laksdya TNI Dr.Didit Herdiawan, Alasan dipilihnya Provinsi Kaltara sebagai tempat pelaksanaan latihan, karena Kaltara merupakan daerah perbatasan dan paling dekat dengan perbatasan tiga Negara ini. Selain itu daerah ini juga di tenggarai adanya kegiatan Ilegal, teroris, perdagangan manusia, narkoba maupun tindak pidana trans internasional lainnya.

“Selama latihan dan kerjasama ini di sepakati serta melalui operasi bersama mampu mengatasi kegiatan musuh maupun kegiatan yang berkaitan dengan tindak pidana seperti, teroris, narkoba, perdagangan manusia, dan penyelundupan mampu kita atasi secara signifikan,’’ tuntasnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00