• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Dua Sepupu Asal Makassar di Upah Menerima sabu 4 Kg Dari Tarakan

30 July
19:17 2019
1 Votes (4)

KBRN, Tarakan : Pelaku yang berkaitan dengan penemuan sabu di cargo bandara seberat 2,6 kilogram lebih, pada jumat (26/7/2019) lalu, di Bandara Juwata Tarakan akhirnya terungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara.

Saat dikonfirmasi, Kepala BNNP kaltara, Herry Dahana membeberkan, pasca menerima informasi avsec bandara dan anggota Lanud Anang Busra, pihaknya langsung datang mengamankan sabu yang ada didalam paket  berisi celana jeans dan pakain bekas itu.

“Dari tiga paket itu, yang sempat dibuka ada dua paket berisi 10 bungkus seberat 2,6 kilogram, yang selipkan dalam lipatan celana jeans panjang. Kemudian masih ada ditemukan satu lagi satu paket, akhirnya dengan langkah kordinasi, kita melakukan control delivery ke kota Makassar Sulawesi selatan yang bekerjasama dengan BNNP Sulsel dan Pihak ekspedisi,” ungkap Kepala BNNP yang baru menjabat ini, Selasa (30/7/2019).

Saat paket tiba di Makassar Sabtu (27/7/2019), beber Herry,  seorang wanita berinisial DP dan pria berinisial AS datang menjemput paket itu, kemudian  petugas BNN langsung mengamankannya, dan melakukan penggeledahan.

“Saat di buka bersama di dalam paket tersebut berisikan lima bungkus narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram lebih juga. Jadi total barang bukti sabu yang kita amankand alam kasus ini sebanyak 15 paket sabu seberat 4 kilogram, selain itu ada barang bukti lain juga seperti 33 celana jeans panjang, satu unit mobil, dan 15 plastik hitam. kalau Dari pengakuan DP, dia bersama sepupunya AS ini di perintah seorang berinisial A untuk mengambil paket tersebut yang nantinya diberikan imbalan sebesar 20 juta rupiah, dan mereka berdua ini sudah pernah satu kali meloloskan sabu dari Tarakan juga sekitar 1 kilogram. Sementara dari hasil penyelidikan kami orang yang mengirim barang tersebut berdomisili di Malaysia, tapi ini masih terus kita kembangkan,” pungkasnya.

Atas perbuatan DP dan AS ini, mereka di jerat pasal 114 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1, subsider 112 ayat 2, junto pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman seumur hidup. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00