• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Kejaksaan Dituntut Optimal dalam Tiga Hal

22 July
18:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN :  Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan terus mengoptimalkan inovasi terhadap layanan pada masyarakat. Dengan tema besar maju bersama Menuju Indonesia Unggul, Kejari Tarakan dituntut untuk bisa memenuhi tiga hal yang suarakan oleh kejaksaan agung (Kejagung) RI.

Saat ditemui, Kepala Kejari Tarakan, Rachmad Vidianto menuturkan, Ada tiga hal yang harus di laksanakan jajaran kejaksaan, yaitu proaktif mendorong optimalisasi, dan produktifitas berkenaan dengan pelaksanaan tugas pokok, dan fungsi tanggung jawab agar mampu berkontribusi positif serta maksimal sebagai pengabdian terbaik bagi masyarakat,”Kemudian kita juga di tuntut untuk membangun jati diri sebagai aparat hukum dengan pola pikir terbuka yang progresif dan revolusioner. Memandang jauh kedepan, dan mampu melakukan perubahan paradigma menyesuaikan diri dengan setiap dinamika perkembangan. Lalu yang terakhir, Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki lebih 400 satuan kerja harus mampu memposisikan diri menjadi sumber inspirasi pendorong semangat kebangsaan rasa nasionalisme, dan sikap patriotisme membela tanah air di kalangan masyarakat,” tuturnya, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, Kejaksaan itu bagian dari Negara, bertugas menyukseskan program pemerintah. Didalam menyukseskan itu, tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi, tetapi juga membangun zona integritas bebas korupsi dan bersih melayani.

“Banyak inovasi yang dilakukan, kita mencoba proaktif, sebenarnya hukum itu kan ada tiga yaitu kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Penilaian terhadap lembaga ini kita serahkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia mengaku, sudah membuat inovasi, diantaranya Program jaksa menyapa di RRI, Jaksa Masuk sekolah, layanan mengantar barang bukti, serta membantu mengembalikan uang Negara yang hilang sebesar 3,5 Milyar Rupiah, seperti yang dihadapi PLN Tarakan, Ini sedang kita usahakan. Jadi kita sebagai jaksa pengacara Negara bisa melakukan MOU kepada lembaga mana saja,” ungkapnya.

Kajari juga membeberkan, Korupsi yang di tangani ada namun belum bisa di publikasikan, namun jelasnya ada yang sedang penyelidikan dan penyidikan,”Jadi ini sesuai perintah presiden setelah tahapan tuntutan baru boleh di publikasikan,” tutupnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00