• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Unit Tipikor Polres Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan, Salah Satunya Mantan Wawali Tarakan

22 July
16:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN : Unit Tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tarakan menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan di belakang kantor kelurahan karang Rejo, tahun anggaran 2014-2015 menggunakan APBD kota Tarakan. Dari tiga nama itu salah satunya merupakan mantan Wakil Walikota Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika membeberkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, Pihaknya menetapkan tiga orang tersangka yakni mantan wakil walikota Tarakan berinisial KH, kemudian HR sebagai orang yang digunakan namanya dalam proses pengadaan lahan, dan SD sebagai pihak apresial yang melakukan penilaian terhadap proses pengadaan lahan belakang kantor kelurahan karang Rejo,”Proses penyelidikan ini kita lakukan dari tahun 2015 lalu, kemudian tahun 2018 perkara ini masuk ke tahap penyidikkan dengan mengumpulkan alat bukti, dan melakukan gelar perkara untuk menuntukan pihak yang terlibat dalam perkara ini,” ujar Ganda, Senin (22/7/2019).

Kasat mengaku, Proses ini cukup panjang lantaran harus mengambil hasil pemeriksaan saksi ahli di luar daerah seperti ahli pidana di Surabaya, serta harus menunggu hasil perhitungan kerugian Negara dari Bdan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi kaltara.

“Saksi yang kita periksa sebanyak 24 orang, dan saksi ahli sebanyak 5 orang. Kalau dari perhitungan BPKP, Hasil kerugian Negara sebesar 500 juta rupiah dari nilai pagu anggaran pengadaan lahan sebesar 2 milyar rupiah,” bebernya.

Ganda menjelaskan, bahwa Tersangka KH merupakan orang yang mengatur semua proses perencanaan hingga pelaksanaan, yang saat ini diketahui terpilih menjadi anggota legislatif di provinsi Kaltara,”Tentu dengan terpilihnya Kh sebagai anggota legislatif akan berpengaruh terhadap penyidikan ini, namun kita serahkan pada lembaga yang berwenang. Kalau untuk modus pelaku bisa di ikuti saat di persidangan nanti,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya tersangka lain lagi, beber perwira balok tiga ini, masih melihat proses penyidikan nanti, apakah ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oknum ASN.

“Ketiganya belum kita lakukan penahanan, karena belum di periksa sebagai tersangka, nantinya dilihat dari unsur subyektif apakah dilakukan penahanan atau tidak. Pemanggilan tiga tersangka itu rencananya akan dilakukan minggu ini. Untuk Pasal kita persangkakan yaitu pasal 2 ayat 1, Sub pasal 3 Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai mana diubah dalam UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan denda 1 Milyar Rupiah,” tuntasnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00