• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HEADLINE

Ratusan Senpi Rakitan serta Amunisi penyerahan Masyarakat Perbatasan Musnah

4 July
19:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN : Senjata api (senpi) rakitan hasil penyerahan dari masyarakat di perbatasan Kaltara beberapa waktu lalu sebanyak 160 pucuk, serta 215 amunisi  dimusnahkan di Mako Kodim 0907 Tarakan, Kamis (4/7/2019) pukul 09.30 wita. Ratusan senjata itu di musnahkan dengan cara di potong-potong hingga tak dapat digunakan lagi.

Kasdam VI Mulawarman, Brigadir Jenderal TNI Richard TH Tampubolon mengungkapkan, bahwa senjata api rakitan diperoleh dengan mengedepankan kegiatan teritorial dan komunikasi sosial (komsos) dengan warga, sehingga terjalin hubungan baik antara TNI dan seluruh komponen masyarakat kemudian sadar menyerahkan senpi rakitan itu.

“Setelah masyarakat sadar lalu menyerahkan senjata kepada Satgas Teritorial, Kodim Komando kewilayahan termasuk juga kepada Satuan Penugasan Perbatasan RI-Malaysia yang ada periode 2016-2019. Senjata ini digunakan warga mungkin untuk menjaga diri, atau berburu hewan, tapi jika digunakan dengan amunisi tajam bisa berakibat fatal,”ujarnya, kepada KBRN (rri.co.id).

Kasdam Menduga, masih ada warga di Kaltara yang menyimpan senpi rakitan. Oleh karenanya baik dari pemerintah, Polri, dan tokoh-tokoh masyarakat dapat menghimbau agar masyarakat yang masih menguasai Senpi rakitan dapat di serahkan secara sukarela.

“Tentu kita tidak ingin hal-hal yang membahayakan terjadi. Kita ingin terciptanya kondusifitas khususnya di teritorial Kodam VI Mulawarman,” harapnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Kaltara, H Udin Hianggio menuturkan, senpi rakitan ini bisa saja di persalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak criminal,”Senjata ini bisa disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu misalnya saja dipakai untuk perampokan tambak, jadi apa yang telah dilakukan TNI/Polri harus kita apresiasi yang tinggi agar keamanan di wilayah kita terjaga dengan baik, ini tugas kita semua,” tegasnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00