• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

PSDKP Berhasil Ringkus Tiga Orang Pengebom Ikan

2 July
10:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, TARAKAN : bertahun-tahun merusak sumber daya perikanan dengan mengebom Ikan, akhirnya Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kaltim-Kaltara dan Kalsel, menangkap nelayan yang menggunakan bom ikan, dalam aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan perbatasan Kaltim dan Kaltara.

Kepala PSDKP Kaltim-Kaltara dan Kalsel, Akhmadon membeberkan, kapal nelayan ini,  ditemukan saat memasuki perairan Berau, Kaltim. Pengungkapan saat pihaknya melakukan operasi rutin menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Berau.

“Makanya kami melakukan operasi rutin. Akhirnya Kami temukan kapal dengan juragan, DM kami amankan beserta dua awak kapal motor ST dan GN diduga menggunakan bom rakitan, Sabtu (29/6/2019),” ungkap Akhmadon, (1/7/2019).

Lanjut Akhmadon, Ketiganya merupakan warga Sulawesi, yang menetap di Berau wilayah Batu Putih, dan bekerja mengambil ikan dengan cukup lama menggunakan kapal tanpa nama. Namun, diduga ada orang yang menyediakan bom ikan, karena perlengkapan untuk bom ini tidak dijual secara bebas.

“Kita sempat keluarkan tembakan peringatan, saat di geledah tidak ditemukan barang bukti. Namun waktu kita lakukan penyelaman di dasar laut kami dapati barang bukti dibuang di bawah kapal,” ujarnya.

Akhmadon mengungkapkan, Awak kapal ini, diduga sudah berniat mengambil ikan menggunakan bom. Namun, saat petugas mendekati kapal, menurut pengakuan awak kapal belum sempat menjatuhkan bom untuk menangkap ikan. Selain kapal turut dijadikan barang bukti, bom rakitan, kompresor serta pemicu bom.

“Kita meyakini, dibalik tiga orang ini masih ada orang dibelakangnya, yang menggerakkan. Ini akan terus kita kembangkan. Selain itu, kita sedang berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Tarakan, untuk melanjutkan proses ini ke tingkat penyidikan. Yang jelas, kita memang konsen tentang pelestarian sumber daya laut kita. Terutama alat-alat yang tidak ramah lingkungan, termasuk bom ikan,” ucapnya.

Akhmadon juga menduga, para pelaku ini sudah cukup lama beraktivitas menggunakan bom ikan. Namun, untuk membuktikan kegiatan ini tidak mudah, sehingga perlu dilakukan undercover sebagai nelayan, hingga bisa menemukan para pelaku.

“Pengakuan orang kalau sudah terduga, kan pasti baru pertam kali. Tapi, kalau kita melihat alur cerita awal, sesungguhnya mereka sudah berpengalaman dalam melakukan kegiatan ini. Penyidik juga pasti akan bekerja untuk mengurai lebih lanjut terkait pengakuan mereka ini. Kita jerat ketiga orang ini dengan pasal 84 junto pasal 8 Undang undang No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan sanksi diatas 6 tahun penjara," terangnya.

Sementara itu, DM juragan kapal mengaku ada bos yang menyediakan bom ikan. Biasanya, ia dapat ikan dengan jumlah yang tidak tentu, rata-rata satu boks untuk jenis ikan putih dan harga keseluruhan dibawah Rp5 juta.

“Ada Bos yang sediakan perlengkapan kami ini, kami tidak digaji. hanya kalau dapat ikan, dikasih ke bos nanti kami dibayar dari harga jual ikan itu saja. Kami bertemu dengan bos di Balikukup, Berau," tutupnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00