• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Saksi Ungkap BNNK Tidak Bawa Surat Penangkapan

28 May
09:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tarakan : Saksi dari pemohon dan termohon dihadirkan dalam sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Tarakan, kemarin (27/5/2019). Dalam sidang ini salah satu saksi dari pemohon Praperadilan, Wahyu Hidayatullah mengungkapkan saat ia membesuk tersangka MR alias WW mengaku tidak didampingi kuasa hukum saat penandatanganan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dilakukan.

Untuk diketahui, MR alias WW sebagai pemohon Praperadilan diwakili kuasa hukumnya Rabshody Roestam, Nazamuddin dan Nunung Tri Sulistyawati. Sebelumnya, yang menjadi dasar permohonan praperadilan ini, dengan termohon BNNK Tarakan karena MR tidak bisa melihat dan mengalami kebutaan total, saat dilakukan penangkapan juga petugas BNNK tidak membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan,“Pada saat mereka lakukan penggeledahan, tidak menunjukkan surat apa-apa, setelah Ketua RT datang baru mereka menunjukkan surat tugas. Tapi, tidak ada surat perintah penggeledahan yang ada hanya surat tugas,” kata Wahyu, di persidangan.

Menurut Wahyu, awalnya saat tim dari BNNK masuk ke dalam rumahnya ia juga sempat kaget karena tidak menyampaikan tujuan dan langsung masuk ke dalam rumah. Setelah sempat berdebat beberapa lama, petugas BNN kemudian menghadirkan Ketua RT sebagai saksi penggeledahan.

“Saya pikir mereka maling, masuk kaya orang yang tidak berpendidikan. Ini rumah saya bagaimana kalau masuk tidak ada etikanya. Saya sempat berdebat, menanyakan kenapa begini, kalau saya teriak maling,” ungkap Wahyu lagi.

Sementara itu, saksi dari BNNK, salah satu penyidik Briptu Cakra mengaku tidak mengetahui soal penggeledahan yang dilakukan dirumah MR. Ia sebenarnya merupakan penangkap dari YL, tersangka sebelum MR, kemudian ikut dalam penggeledahan dirumah MR.

“Saya bukan penyidik kasus WW, kalau soal apakah berkas WW dibacakan sebelum ditandatangani, saya tidak mengetahui karena posisi saya duduk dengan penyidik yang memeriksa berjauhan,” jawabnya.

Usai sidang mendengarkan keterangan saksi ini, kedua belah pihak baik pemohon maupun termohon mengajukan kesimpulan dan disampaikan ke Hakim Praperadilan, Mahyuddin Igo. Dalam kesimpulannya, pemohon Praperadilan mengatakan bahwa berita acara pemeriksaan penggeledahan tidak pernah diperlihatkan kepada WW.

“Bahwa keterangan saksi termohon, saksi 1 dan saksi 2 tidak berkesesuaian,” kata Rabshody, ditemui usai sidang.

Terpisah, kuasa hukum BNNK, Alvin Andrew saat dikonfirmasi usai sidang menolak memberikan komentar. “Saya tidak bisa (berikan komentar), ke pimpinan saja,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, MR alias WW mengajukan permohonan Praperadilan penetapannya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Tarakan. Sebelumnya, MR tersangkut kasus dugaan kepemilikan sabu yang diungkap BNNK Tarakan, 2 Mei lalu. Penangkapan MR ini setelah petugas BNNK menangkap YL dengan barang bukti alat hisap sabu atau bong dan 0,42 gram sabu. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00