• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Dalam Waktu Dua Minggu, Warga Pendatang ini Berhasil Curi Sepeda Motor di Delapan TKP

15 May
21:52 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tarakan : Seorang Residivis, sepesialis curanmor berinisial RF (21), kembali terlibat urusan dengan kepolisian lantaran terbukti mencuri kendaraan bermotor milik warga di Tarakan, yang dilaporkan korban pada Rabu 17 April 2019 lalu ke Polres Tarakan.

Aparat kepolisian dari Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan melaksanakan serangkaian penyelidikan untuk membongkar pelaku pencurian yang dilaporkan warga itu. RF berhasil diamankan di sekitaran Gunung Bakso, kelurahan Karang Balik, Minggu (12/5/2019).

“Kami melakukan tindakan penangkapan diduga pelaku dan kami interogasi pelaku dan mengakui telah melakukan tindakan pidana pencurian kendaraan bermotor,” ungkap Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Swastika, Rabu (15/5/2019).

Modus pelaku, Kata Kasat Reskrim, yakni mencari kendaraan bermotor yang tidak di kunci ganda atau kunci stang. Dengan mudah RF mengambil motor korban lalu mendorongnya ke tempat sepi dan membongkar tempat kuncinya agar dapat dihidupkan mesin motor hasil kejahatannya itu.

“RF ini Berasal dari luar kota datang ke Tarakan untuk beraksi mencuri kendaraan sepeda motor. Dulu pernah di tangkap di Tarakan juga dengan kasus yang sama. Saat ini, kami sudah mengungkap sebanyak dua TKP dengan dua barang bukti dua kendaraan sepeda motor. Sedangkan laporan yang masuk ke Polres Tarakan ada delapan TKP., padahal dia baru dua minggu di Tarakan ini.  Sepeda motor hasil curiannya dijual RF dalam bentuk utuh dan terpisah. Uang jualannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dia menjual ada penadah khusus dari teman lamanya dia, metode menjualnya menggunakan sistem terputus kemudian bertemu di suatu tempat yang sepi lalu transaksi di situ," terang Ganda.

Lebih lanjut Ganda menuturkan, Polisi sudah memanggil penadah motor curian RF. Hanya saja untuk Honda Beat warna putih ini belum sempat di jual. “Penadahnya sudah kita panggil 1 orang, motor beat ini belum sempat dijual. Untuk harga yang dipasang RF untuk satu unit motor curian sebesar Rp 3-4 juta rupiah,"ungkapnya.

Ganda membeberkan, dengan memanfaatkan transaksi sistem terputus. Sehingga polisi kesulitan mengejar penadah lainnya yang membeli barang curian RF. 

"Dia punya teman di Lapas dulu, kalau mau jual motor dia tinggal telpon saja ada motor mau ambil atau tidak, motor itu ditransaksikan dengan sistem terputus. Jadi, kita kesulitan mengejar 480-nya (penadah). Karena pada saat menunjukkan di rumah itu ternyata di rumah itu kita cek tidak ada namanya ini kecurigaan kami dia menggunakan sistem terputus. RF bersaksi sendirian (single player) daan dia melakukan aksinya tengah malam hingga dinihari di saat orang terlelap tidur. Akibat perbuatannya ini RF diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,"tuntasnya. (CRZ)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00