• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Pemprov Kaltara Bentuk Destana, Respon Cepat Bencana

8 March
21:15 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tanjung Selor : Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tahun 2019 ini merancang membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), melanjutkan program 2018 lalu, berhasil membentuk 5 Desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Mohammad Pandi Menuturkan, ditahun ini akan memprioritaskan desa yang potensi kerawanan bencananya tinggi. Diantaranya, Desa Mansalong, Sembakung Atulai dan Tulin Onsoi yang sering terjadi bencana alam seperti banjir.

 “Hadirnya Destana di Kaltara merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menanggulangi terjadinya bencana, sehingga masyarakat bisa meminimalkan ancaman dan resiko bencana,” kata Pandi Jumat (8/3/2019).

Menurutnya secara teknis, dalam membentuk Destana ada beberapa tahapan. BPBD Provinsi telah melakukan legalitas dengan membentuk forum pengurangan resiko bencana dan relawan yang sudah berdasarkan Surat Keputusan (SK) untuk setiap desa.

“Tahun ini 5 Destana yang dibentuk akan kita follow up untuk membentuk kelompok kerja (Pokja)-nya. Baik Pokja maupun relawan Destana nanti, itu terdiri dari masyarakat setempat. Bisa kalangan guru, pemuda, tokoh agama termasuk instansi yang berada disana,” katanya.

Dijelaskannya tahun 2018, Pemprov Kaltara membentuk Destana, berlokasi di Desa Long Peso, Desa Long Bia, dan Desa Waropiniang di Kabupaten Bulungan, Desa Belayan, dan Desa Salap di Kabupaten Malinau.

“Destana ini dibentuk, guna mengantisipasi dini dan respon cepat (perpanjangan BPBD Provinsi Kaltara) dalam penanggulangan bencana di daerah,” Jelasnya.

Dituturkan Pandi, Destana yang telah dibentuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, berdasarkan usulan dari BPBD kabupaten/kota kepada BPBD Provinsi.

“Desa yang diusulkan, akan kita survei. Tentu dengan melihat skala potensi rawan bencananya. Jika rawan bencana maka kita bentuk Destana disitu,” ungkapnya.

Selain Anggaran APBD, Pusat melalui APBN juga membentuk 2 Destana di Kota Tarakan. Yaitu di Kelurahan Juwata Laut dan Sebengkok. “2 Destana di Tarakan, dipilih langsung oleh BNPB,” Tutupnya.(Hms/Rst)

KBRN, Tanjung Selor : Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tahun 2019 ini merancang membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), melanjutkan program 2018 lalu, berhasil membentuk 5 Desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Mohammad Pandi Menuturkan, ditahun ini akan memprioritaskan desa yang potensi kerawanan bencananya tinggi. Diantaranya, Desa Mansalong, Sembakung Atulai dan Tulin Onsoi yang sering terjadi bencana alam seperti banjir.

 “Hadirnya Destana di Kaltara merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menanggulangi terjadinya bencana, sehingga masyarakat bisa meminimalkan ancaman dan resiko bencana,” kata Pandi Jumat (8/3/2019).

Menurutnya secara teknis, dalam membentuk Destana ada beberapa tahapan. BPBD Provinsi telah melakukan legalitas dengan membentuk forum pengurangan resiko bencana dan relawan yang sudah berdasarkan Surat Keputusan (SK) untuk setiap desa.

“Tahun ini 5 Destana yang dibentuk akan kita follow up untuk membentuk kelompok kerja (Pokja)-nya. Baik Pokja maupun relawan Destana nanti, itu terdiri dari masyarakat setempat. Bisa kalangan guru, pemuda, tokoh agama termasuk instansi yang berada disana,” katanya.

Dijelaskannya tahun 2018, Pemprov Kaltara membentuk Destana, berlokasi di Desa Long Peso, Desa Long Bia, dan Desa Waropiniang di Kabupaten Bulungan, Desa Belayan, dan Desa Salap di Kabupaten Malinau.

“Destana ini dibentuk, guna mengantisipasi dini dan respon cepat (perpanjangan BPBD Provinsi Kaltara) dalam penanggulangan bencana di daerah,” Jelasnya.

Dituturkan Pandi, Destana yang telah dibentuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, berdasarkan usulan dari BPBD kabupaten/kota kepada BPBD Provinsi.

“Desa yang diusulkan, akan kita survei. Tentu dengan melihat skala potensi rawan bencananya. Jika rawan bencana maka kita bentuk Destana disitu,” ungkapnya.

Selain Anggaran APBD, Pusat melalui APBN juga membentuk 2 Destana di Kota Tarakan. Yaitu di Kelurahan Juwata Laut dan Sebengkok. “2 Destana di Tarakan, dipilih langsung oleh BNPB,” Tutupnya.(Hms/Rst)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00