• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Mau Jadi Polisi, 153 Pelajar SLTA Malinau Dibina Polres Malinau

19 February
23:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tarakan : Polres Malinau memberikan pendampingan dan pelatihan kepada 153 pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTAN) yang berkeinginan mengikuti seleksi menjadi anggota polisi.

Pendampingan dan pelatihan kepada para pelajar dilakukan Polres Malinau, meliputi materi tes, lari, baris berbaris dan berbagai kegiatan lain-lainnya, untuk menunjang pelaksanaan seleksi nantinya, berlangsung Selasa dan Sabtu atau dua kali dalam satu minggu.

Kabag Sumber Daya (Sumda) polres Malinau Kompol Muhammad Arif menggungkapkan, sejumlah kegiatan penunjang yang terkait dengan pelaksanaan seleksi calon anggota bintara polisi baik polisi wanita (polwan) maupun polisi laki (Polki) sudah dilakukan.

Namun masih ada satu tahapan lagi yang belum dilaksanakan yaitu pembinaan renang yang direncanakan dipusatkan di kolam renang di Batalyon Infnateri (Yonif) 614 Raja Pandhita. Artinya, sebelum mereka masuk mendaftar menjadi Polri tanggal 26 Maret nanti, Polres Malinau sudah mempersiapkan calon siswa ini agar bisa lolos administrasi dan bekal fisiknya. “Dengan memberikan berbagai pelatihan fisik, psikotes dan pendampingan kegiatan yang sifatnya persiapan mentalnya,” jelas Muhammad Arif kepada rri.co.id Selasa (19/2/2019).

Dikatakan Muhammad Arif, sejauh ini dari 153 yang terdiri dari 120 laki-laki dan 15 perempuan pelajar yang dibina diakuinya belum dapat dipastikan akan masuk seluruhnya. Sebab, saat ini belum diketahui karena registrasi online belum terbuka.

Namun registrasi manual sudah dilakukan, meskipun secara resmi diperkirakan 26 Maret baru dibuka secara serentak. Tinggal mereka langsung melamar secara online dengan persyaratan administrasi yang telah diberitahukan dari awal,” ungkapnya.

Terkait batas waktu pendampingan dan pelatihan terhadap pelajar, akan dihentikan ketika sudah mendekati jadwal penerimaan Polri secara nasional.

Jika penerimaan calon bintara polri sudah dibuka secara resmi, nantinya sudah tidak ada lagi pembinaan ini,” Tutur Kabag Sumbda.

Selain pembinaan secara fisik yang dinilai sudah memenuhi syarat, meski masih ada beberapa yang belum mencapai tinggi yang dipersyaratrkan, pihaknya akan menyediakan tim kesehatan dari Polda Kaltara untuk melakukan pengecekan kesehatan, agar para pelajar nantinya tidak gagal dalam tes kesehatan.

“Rata-rata para pelajar SMA/SMK di Malinau yang sudah mendaftar selain gagal di test kesehatan juga gagal di tes psikologi, Jadi kami sediakan tim dari psikotes,” Pungkasnya.(DYA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00