• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Suplai Air Bersih ke Rutan Takengon Macet

27 February
17:41 2020
2 Votes (3.5)


KBRN Takengon : Suplai air PDAM Tirta Tawar ke Rutan Kelas II B Takengon kerap macet. Kondisi itu diklaim telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Akibatnya, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas itu sering protes. Kondisi itu pula mengakibatkan sejumlah toilet di dalam Rutan jorok. 

"Kalau sampai sore gak ada air, mereka (WBP-Red) teriak-teriak itu," kata Kepala Rutan Kelas II B Takengon, Zulkifli Porang kepada RRI, Kamis (27/2).

Dikatakan, dengan kondisi suplai PDAM yang kerap macet, pihak Rutan juga harus membayar tagihan mencapai Rp 14 juta perbulan.

Karutan menyebut, kebutuhan air bersih saat ini dipasok dari pihak swasta dan pemadam kebakaran dengan bayaran kisaran Rp 600  s/d 1 juta lebih perhari.

Begitupun Karutan Zulkifli tak menampik, pihak PDAM juga membantu menyuplai air bersih dua tangki perhari. Jumlah itu katanya, tidak mencukupi lantaran kebutuhan saat ini untuk 353 WBP Rutan Takengon kisaran 60 s/d 70 rib liter perhari.

"Dua Tangki gak cukup lah," ujarnya.

Ia menyebut, kondisi itu sudah disampaikan ke Bupati Aceh Tengah secara lisan. Pemerintah daerah juga mengaku bersedia membantu sumour bor untuk pemenuhan air bersih di Rutan.

"Cuma masalahnya sekarang, selama proses pengajuan hingga realisasi kan harus kita beli juga airnya," katanya.

Kendati kekurangan air, Karutan Zulkifli mengaku tak memberi izin kepada WBP untuk keluar guna mencegah pelarian WBP.

Pejabat Sementara (PJS) PDAM Tirta Tawar, Hidayat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Rutan Kelas II B Takengon, kecamatan Bebesen saat ini, selain disuplai melalui pipanisasi, pihaknya juga memasok dua hingga tiga tangki air bersih dengan jumlah sekitar 16 meter kubik perhari.

Dikatakan, air bersih untuk kecamatan Bebesen di suplai dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Lelabu, kecamatan setempat. Selama musim kemarau ini kata Hidayat, produksi di IPA menurun menjadi tujuh liter perdetik dari sebelumnya 10 s/d 12 liter perdetik atau 604 meter kubik dalam sehari. Sementara pelanggan di kecamatan Bebesen mencapai 3 ribu lebih, sehingga produksi dengan kebutuhan tidak seimbang.

"Kalau penggunaannya bagus, cukup air itu, makanya kita himbau, gunakan air secukupnya," kata Hidayat.

Begitupun katanya, PDAM dan Pemerintah Aceh Tengah terus berupaya menambah kapasitas produksi air minimal 40 liter perdetik dengan membangun Sistem Pengolahan Air minum (SPAM) di aliran sungai Peusangan kawasan Tansarel untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kecamatan Bebesen.

Dalam upaya memaksimalkan pelayanan sebut Hidayat, pihaknya terus memperbaiki jaringan distribusi disejumlah titik. Lain dari itu, PDAM juga membatasi penambahan sambungan lantaran debit air masih kecil.

"Ini daftar tunggu banyak, tapi kita tunda dulu untuk memaksimalkan pelayanan yang sudah ada," ujarnya.

Hidayat merincikan, selain Bebesen, PDAM Tirta Tawar memiliki pelanggan di empat kecamatan lainnya; Kebayakan yang disuplai dari SPAM Oregon. Lut Tawar disuplai dari SPAM Dermaga. Kecamatan Pegasing disuplai dari SPAM Jurusen dan kecamatan Celala disuplai dari IPA Celala.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00