• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Puluhan Mahasiswa STAIN Gajah Putih Gelar Unjuk Rasa Tuntut Pemira Diboikot

25 February
18:03 2020
0 Votes (0)

KBRN, Takengon: Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan gedung Biro Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon  pada hari selasa  25 februari 2020.

Massa yang berasal dari berbagai jurusan dan Program Study (Prodi) menyuarakan agar Pemilihan Raya(Pemira) pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dihentikan karena dinilai tidak sehat.

Koordinator aksi, Rasidin melalui pres release kepada RRI menyampaikan bahwa Pemira sempat ditunda beberapa kali hanya karena menuruti desakan team pemenanngan dari salah satu kandidat.

Sehingga semua aturan dan kebijakan panitia penyelenggara dan dosen tidak lagi sesuai dengan UU pemira yang telah di bahas pada Sidang Umum Keluarga Besar Mahasiswa (SUKBM) STAIN Gajah Putih Takengon.

“Yang seharusnya menjadi satu satunya acuan dilakukannya kegiatan pemilihan tersebut,” ungkap Rasidin selaku Koordinator Lapangan pada aksi.

Tambahnya, aksi terpaksa dilakukan pasca  pemilihan PJ Komisi Independen Mahasiswa secara tertutup dengan mengundang beberapa mahasiswa saja dan diputuskan secara mendadak.

“Selama ini kami mencoba meredam emosi kawan-kawan untuk tidak melakukan unjuk rasa karena banyak kebijakan yang merugikan salah satu kandidat dalam hal ini kandidat nomor urut 2, yang merasa sangat dirugikan, namun kemarahan itu memuncak ketika dilakukan pemilihan PJ Komisi Independen Mahasiswa secara tertutup dengan mengundang beberapa mahasiswa saja dan diputuskan secara mendadak,” timpal Rasisin lagi.

Maka, dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa menuntut agar Pemira diboikot karena tidak sesuai peraturan. Segala keputusan yang ditetapkan harus merujuk kepada hasil SUKBM dan menolak hasil Pj KIPM. Baca Pemilihan DEMA STAIN Gajah Putih Ditunda

“Kami tidak menerima hasil musyawarah yang illegal, tolak hasil pemilihan pj KIPM dan jangan cidrai demokrasi mahasiswa,” demikian Koordinator aksi, Rasidin

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00