• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemerintah Bener Meriah Kesal Atas Kinerja BKSDA! Kenapa?

15 February
05:26 2020
0 Votes (0)

KBRN, Redelong: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dinilai tidak dapat diandalkan dalam penanggulangan gajah yang masuk perkebunan dan pemukiman penduduk di Aceh, khususnya di Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi dalam kesempatan menerima bantuan material bangunan dari Pemerintah Aceh untuk warga korban amukan gajah di Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG) bahkan menyesalkan cara kerja BKSDA selama ini karena tidak pernah tuntas tangani konflik gajah dan manusia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir menyampaikan, BPBD tidak dapat melakukan penanganan permanen.

Hal itu dikarenakan tupoksi BPBD hanya melakukan penanganan darurat sementara.

Sedangkan untuk berkelanjutan dan permanen terkait persoalan konflik gajah dan manusia, jelas Abdul Kadir adalah instansi yang berkaitan dengan satwa, dalam hal ini BKSDA.

"Secara penanganan permanen kan harus seperti itu, yang berkaitan dengan satwa yang dilindungi, kan ada kaitannya dengan ya konservasi, BKSDA. Kalau kita BPBD tidak bisa diandalkan untuk langkah yang permanen. Kita lihat selama ini kan agak enggak bisa diandalkan (BKSDA)," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir kepada RRI, di release, Jumat (14/2/2020).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir  meminta BKSDA segera bekerja dengan langkah pasti untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan satwa, dalam hal ini konflik gajah dan manusia di Kabupaten Bener Meriah.

"Seharusnya mereka yang terdepan," demikian Abdul Kadir.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00