• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Mahasiswa Bener Meriah Diskusi Penanganan Konflik Gajah

11 February
11:58 2020

KBRN, Redelong: Mahasiswa menilai konflik gajah dan manusia yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah masih perlu penanganan yang serius dan intensif, untuk itu mahasiswa asal Bener Meriah lakukan diskusi internal terkait hal tersebut.

Ketua umum Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (Himabem-SU) Sapriyansyah kepada RRI mengatakan, diskusi itu bertujuan untuk memahami penanganan serta kontribusi masyarakat dan mahasiswa dalam menyelesaikan konflik gajah dan manusia tersebut.

Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana Aceh Rizki Wan Okta Bina menilai gajah penting bagi Bener Meriah dan keterkaitannya dengan budaya dimana Hewan bergading itu dapat dijadikan salah satu ikon Kabupaten kopi tersebut.

“Diskusi kita hari ini sebenarnya lebih ke membangun narasi positif bahwa gajah ini harus menjadi ikon Bener Meriah dan Tanoh Gayo, jadi langkah yang diambil semua pihak kedepan harusnya dapat mengatasi kerugian, kerusakan, gangguan psikologis dan lainnya,” jelas Okta, Selasa (11/2/2020).

Sementara Sekjen Organisasi mahasiswa itu Rifki Adrian menyimpulkan, konflik gajah dan manusia dapat diselesaikan dengan pemahaman masyarakat tentang bagaimana mengantisipasi gajah jika turun ke zona pemukiman warga.

Konflik itu menurutnya, bukan murni kesalahan gajah melainkan banyaknya hukum yang membenarkan pembukaan lahan sebagai kawasan perkebunan sehingga menyebabkan gajah kehilangan habitat seperti sedia kala.

Salah satu solusi penanganannya timpal Rifki, kawasan itu dapat direlokasikan menjadi objek wisata melalui metode yang dilakukan oleh pemerintah serta segera membuat road map penanganan gajah.

00:00:00 / 00:00:00