• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Saran Akademisi Terkait Penanganan Konflik Gajah di Bener Meriah

23 January
14:02 2020
1 Votes (5)

KBRN, Redelong: Konflik gajah dan manusia yang tak kunjung usai membuat sebagian pihak mempertanyakan strategi penanganan yang telah dilakukan dan dinilai masih kurang tepat hingga saat ini.

Akademisi yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Aceh Rizki Wan Okta Bina turut berkomentar terkait keseriusan Pemda Bener Meriah dalam menangani hewan bertubuh besar tersebut.

Menurutnya, Pemerintah masih bingung harus memulai penanganan dari mana dan apa yang harus dilakukan.

“Kami menyarankan Pemerintah Bener Meriah idealnya melakukan kajian resiko bencana untuk ancaman konflik gajah dan manusia ini, jika kita lihat konflik ini termasuk bencana sosial,” jelasnya. Kamis (23/1/2020).

Penggiringan dan pembuatan parit barrier gajah yang telah dilakukan selama ini menurutnya, masih belum menunjukkan hasil yang signifikan bahkan tambahnya, gajah terkesan semakin mendekati pemukiman dan turun hingga ke jalan lintas Nasional.

Setelah melakukan kajian ringkasnya, selanjutnya Pemda perlu menetapkan status penanganan yaitu telah termasuk bencana atau masih sekedar ancaman.

“Jika sudah termasuk bencana maka idealnya Pemda Bener Meriah dalam hal ini Bupati dapat mengeluarkan SK untuk penetapan status bencana dan menentukan proses tanggap darurat yang harus dilakukan oleh Pemda sendiri,” jelasnya.

Dari hasil penetapan itu sebut Okta, baru kemudian Pemerintah Daerah memerlukan dokumen teknis untuk penangggulangan gajah di daerah tersebut.

Begitupun timpalnya, jika Pemda dirasa tidak mampu menangani bencana tersebut maka dapat melayangkan surat ke pihak Provinsi untuk kemudian ditetapkan sebagai bencana skala Provinsi bahkan Nasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00