• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemerintah Diminta Serius Tangani Gajah di Bener Meriah

21 January
14:59 2020
1 Votes (5)

KBRN, Redelong: Konflik gajah dan manusia di Aceh, khususnya di Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini masih belum usai.

Kawanan hewan berbadan besar itu masih bebas berkeliaran di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Ketua Ikatan Generasi Mandiri (IGM) Bener Meriah Mauzan Kuara menilai upaya Pemerintah secara rutin melakukan penggiringan jika ada hewan dilindungi itu masuk ke perkebunan dan pemukiman penduduk adalah hal yang sia-sia dan menghabiskan anggaran Negara.

Lebih tepatnya, jelas Mauzan, Pemerintah harus serius menangani konflik gajah dan manusia di Aceh dengan cara, salah satunya memberikan area untuk keberlangsungan hidup gajah tersebut.

“Pemerintah dengan Dinas Kehutanan perlu memetakan hutan lindung dan mana bukan (penurunan status hutan) agar kawasan habitat gajah liar ini dapat di legitimasi menjadi suaka marga satwa, Pemerintah Daerah harus melakukan konsolidasi dan kordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan BKSDA,” ujar Ketua Ikatan Generasi Mandiri (IGM) Bener Meriah Mauzan Kuara, Selasa (21/1/2020).

Diakui Ketua Ikatan Generasi Mandiri (IGM) Bener Meriah Mauzan Kuara, konflik gajah dan manusia yang terjadi di Aceh, khususnya di Bener Meriah tidak lain adalah kepentingan keberlangsungan hidup.

“Masalah konflik gajah dengan manusia saya kira memang konflik kepentingan keberlangsungan hidup, mekanisme penanggulangan gajah yang selama ini di lakukan  penggiran gajah ke habitat dan pembuatan parit  belum optimal,” timpalnya lagi.

Ikatan Generasi Mandiri (IGM) Bener Meriah mendesak Pemerintah untuk hadir ditengah masyarakat dengan serius melakukan penanganan konflik gajah dan manusia di Aceh.

“Solusi  rekonsiliasi harus benar-benar di lakukan oleh pemerintah yang saat saya minta keseriusan menangani ini sebelum  korban jiwa dan material  kembali terjadi,” demikian Mauzan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00