• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Butuh Parit Isolasi Sepanjang 13 Kilometer Halau Gajah Masuk Kecamatan Pintu Rime Gayo

15 January
14:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Redelong: Kawanan gajah liar masuk ke perkebunan dan pemukiman penduduk di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah masih menjadi momok bagi masyarkatnya.

Hal itu karena selain dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa, juga banyak kerugian yang dirasakan oleh masyarakat, mulai dari kerusakan kebun dan gagal panen serta takut untuk bercocok tanam.

Reje atau Kepala Desa Negeri Antara Riskanadi apresiasi Pemerintah yang telah melakukan penggalian parit isolasi agar kawanan gajah tidak lagi masuk ke perkebunan dan pemukiman penduduk.

Namun, apa yang dilakukan pemerintah, masih jauh dari harapan masyarakat. Karena parit isolasi yang berhasil dibangun masih mencapa 1 Kilometer (km) dari 13 km yang diharapkan.

“Jumlah seluruhnya itu masih 1050 meter, sedangkan yang harus digali seluruhnya sampai 13 Kilometer. Itu gajah tidak masuk lagi ke wilayah 12 desa di Pintu Rime Gayo. Jadi minta tolonglah lebih ditekankan lagi ke Pemerintah, sekarang udah bingung masyarakat,” ujar Reje atau Kepala Desa Negeri Antara Riskanadi, Rabu (15/1/2020).

Ungkap Riskanadi, jika pemerintah berhasil membangun parit isolasi atau barrier sepanjang 13 Km, maka ada 12 desa yang diyakini tidak disinggahi hewan berbadan besar itu.

Meliputi desa, Negeri Antara, Blang Rakal, Perdamaian, Ulu Naron, desa Jelobok, Alur Cincin, Simpang Lanjang, Alur Gading.

Selanjutnya Singah Mulo, Musara Pakat, Musara 58 dan desa Rimba Raya.

Namun demikian pembangunan barrier tersebut hanyalah jangka pendek, jika pemerintah tidak melakukan tindaklanjut dengan pembuatan turap di parit isolasi yang dibangun tersebut.

Riskandai menentang keseriusan pemerintah Bener Meriah dan Pemerintah Aceh dengan melakukan penanganan secara tuntas terhadap konflik gajah dan manusia di Kabupaten Bener Meriah.

“Inikan solusi jangka pendek (barrier), kecuali dipermanenkan lagi dengan pembuatan turap,” demikian Riskanadi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00