• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Haji Uma Tanggapi Program Pertamina Mobil Mewah “Malu Antre Premium”

25 October
15:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Takengon: Anggota DPD RI Aceh Sudirman alias Haji Uma menanggapi program Pertamina tentang Mobil Mewah “Malu Antre Premium”.

Menurutnya, seharusnya Pertamina melalui SPBU, dapat memilah atau melakukan filter kendaraan mana yang berhak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang di subsidi untuk rakyat miskin.

Dengan demikian, apa yang dilakukan Pemerintah dengan menggelontorkan anggaran besar untuk memberi subsidi kepada rakyat kurang mampu tepat sasaran.

“Memang walau tidak punya aturan yang baku. Sebenarnya kan prioritas minyak subsidi ini masyarkat tidak mampu. Filter ini seharusnya dilakukan SPBU sendiri. Sebagaimana kita lihat di daerah lain, seperti di Jakarta ini, ada prioritas oleh SPBU itu sendiri. Tidak semua mobil diisi premium. Sepeda motor, angkutan umum, itu yang dilayani. Jadi sebenarnya itu filter harus dilakukan SPBU itu sendiri,” ujar Anggota DPD RI Aceh Sudirman alias Haji Uma, Jumat (25/10/2019). Baca Mobil Mewah, Malu Donk Antri Premium !

Anggota DPD RI Aceh Sudirman alias Haji Uma menambahkan apabila pemilik mobil mewah di Aceh tetap memiliki keinginan untuk senantiasa mengisi bahan bakar kendaraannya dengan kuota subsidi yang diperuntukan bagi rakyat kurang mampu, maka dipastikan rakyat miskin tidak dapat menikmati subsidi yang digelontorkan pemerintah dengan anggaran yang besar pula.

“Kuota yang diberikan Pertamina itukan 8 ribu liter perhari. Kalau di ambil kuotanya oleh mobil mewah akan tergerus ini kuota premium ini yang di prioritaskan untuk orang miskin, enggak mampu. Makanya selalu bermasalah pada kekurangan BBM yang dikeluhkan masyarakat. Padahal inikan mobil mewah ikut berkontribusi untuk habiskan kouta subsidi ini. Makanya SPBU harus punya filter,” demikian Anggota DPD RI Aceh Sudirman alias Haji Uma

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00