• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Medis Rilis Penyebab Kematian Mrs X di Takengon

18 October
13:38 2019
1 Votes (3)

KBRN, Takengon : Medis rilis penyebab kematian Mrs X (nama samaran), 30 tahun, warga Takengon, Aceh Tengah yang meninggal pada Sabtu (12/10/2019) sore.

Direktur BLUD Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis, Sp, PD kepada RRI Jumat (18/10) menyebut, kematian Mrs X diduga kuat akibat keracunan. Dugaan itu katanya, menguat setelah medis melihat kondisi psikologis korban.

"Aroma alkohol dari korban cukup terasa, begitu juga dengan teman yang mengantarnya," kata Hardi Yanis.

Begitupun katanya, penyebab meninggalnya Mrs X akan terang jika diotopsi. Hardi tak menampik, medis menemukan luka lecet di bagian tangan korban.

Hardi juga menepis isu penolakan korban oleh BLUD. Bahkan katanya, korban dua kali ditangani medis. Penanganan awal pada Sabtu dini hari (12/10) sekitar pukul 03.00 Wib saat korban pertama dilarikan ke BLUD. Penanganan berlangsung sekitar 15 jam dan kemudian korban diperkenan pulang dalam kondisi membaik. Selang sekitar satu jam kata Hardi, korban kembali dilarikan ke BLUD oleh karibnya dalam kondisi sudah tak bernyawa.

"Kita gak tau apa yang terjadi saat korban sudah keluar, tiba-tiba waktu dibawa ke dua kalinya, sudah meninggal," ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, penyelidikan penyebab kematian perkara ini telah dihentikan. Pihak keluarga katanya, juga tidak bersedia korban diotopsi. Namun katanya, visum medis menunjukkan korban mengalami kecelakaan. Namun Iptu Agus tidak menyebut secara rinci jenis kecelakaan.

Iptu Agus juga menampik kabar penolakan jenazah korban oleh keluarga sebagaimana informasi yang berkembang.

"Keluarga keberatan dikatakan menolak, itu pengakuannya ke polisi," katanya.

Kabar meninggalnya Mrs X pekan lalu itu sempat menghebohkan warga. Mulia dari tempat kejadian yang disinyalir melanggar syariat Islam hingga penyebab kematiannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00