• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

11 Jiwa Mengungsi Akibat Gangguan Gajah di Bener Meriah

17 October
12:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Redelong: Gangguan gajah beberapa minggu lalu di Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini belum dapat di atasi, walau dilaporkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan penggiringan.

Bahkan luas daerah yang disambangi hewan berbadan besar itu bertambah dari sebelumnya di desa Pantanlah, kini hingga desa Negeri Antara.

Akibatnya, 11 jiwa dari 3 Kepala Keluarga (KK) terpaksa di ungsikan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Reje Negeri Antara, Riskanadi kepada RRI mengaku, warganya yang di ungsikan tersebut kini tinggal di rumah yang tidak ditempati, persis berada di pinggir lintasan jalan Nasional Takengon-Bireun.

“Lebih sedinya kemarin kan tiga kepala keluarga di ungsikan ke tempat yang lebih aman. Ternyata tadi malam di datangi lagi sama kawanan gajah di tempat pengungsiannya. Jarak sekitar 9 kilo, gajah sampai juga. Kalau jauh sekalian (mengungsi) tenda kan enggak ada. Kebetulan disitu ada rumah warga kosong kita minta pinjam pakai. Rupanya gajah sampai ke jalan raya. Tapi enggak lama, banyak kendaraan lalu lalang, minggir ke bawah,” ujar Reje Negeri Antara, Riskanadi, Kamis (17/10/2019). Baca Kelompok Gajah Terpecah, Warga Pantanlah Diminta Waspada saat Beraktivitas

Hingga saat ini warga yang di ungsikan masih bertahan di lokasi rumah yang sempat disambangi gajah liar.

Diakui Reje Negeri Antara, Riskanadi, rasa ketakutan warganya yang di ungsikan masih terlihat dari raut wajah, terutama pada anak-anaknya.

Camat Pintu Rime Gayo, Eddy Iwansyah Putra menyampaikan jumlah warga yang mengungsi hanya mencapai 4 jiwa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00