• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Rumah Tangga Penerima Bansos PKH dan BPNT di Bener Meriah akan Ditempel Stiker

17 September
14:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Redelong : Pemerintah kabupaten Bener Meriah menggelar Rapa Koordinasi (Rakor) terkait  Rencana Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bersama Perum Bulog sebagai Distributor di Oproom Setdakab  setdakab setempat, Selasa (17/9/2019).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan setdakab Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT, menjelaskan Rakor tersebut merupakan indaklanjut dari  pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu dalam kegiatan terkait Penanganan  Bantuan Sosial (Bansos) di Batam  dan juga sesuai dengan Surat Edaran Kemensos RI No. 01MS/VII/2019 tanggal 15 Juli 2019 perihal, Tentang Perum Bulog sebagai Penyaluran BansosBPNT Tersebut..

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Khairun Aksa, SE. MM dalam arahannya menyampaikan Penyaluran Bansos tersebut harus tepat sasaran sesuai dengan data yang telah diuji validasinya. mengingat selama ini pihaknya kerap penerima laporan terkait dengan adanya masyarakat yang kondisi ekonominya cukup baik, namun meneriama Bansos.

 “Kami berharap bantuan Sosial (Bansos) ini kita berikan kepada yang berhak menerimanya dan tepat sasaran, dan tidak bermasaalah, tidak menuai masaalah ketika Bansos ini disalurkan, dengan kata lain semua masyarakat yang menerima merasa sangat senang” Ungkapnya

Selanjuntnya kata Khairun Program dari Dinsos Bener Meriah akan menempel Stiker di rumah penerima Bansos PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dengan tulisan “Rumah ini adalah Rumah Tangga Miskin yang Menerima Bantuan PKH dan BPNT”. Dengan demikian  masyarakat yang tidak layak menerimanya akan merasa malu.

“Jadi Budaya malu ini yang akan kita tumbuhkan”, ucap Khairun Aksa.

Melalui Rakor itu juga diharapkan berbagai kendala dan hambatan dalam penyaluran Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kabupaten penghasil kopi arabika dan sayur mayur itu dapat diatasi, sehingga pelaksanaanya dapat berjalan dengan baik.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00