• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Walhi Aceh Dukung Aktivis Tuntut Tolak Tambang di Linge

15 September
13:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Takengon : Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh dukung sikap aktivis di Gayo menolak rencana tambang emas di Kecamatan Linge, Aceh Tengah oleh PT Linge Mineral Resource (LMR). Dukungan dilayangkan karena dianggap akan membawa dampak buruk bagi lingkungan akibat keberadaan tambang. 

“Prinsipnya kita dukung pergerakan penolakan itu,” kata Kepala Divisi Advokasi Walhi Aceh, Nasir melalui selulernya kepada rri Minggu, (15/9/2019).

Lain dari itu Ia mengkhawatirkan, keberadan tambang di Gayo akan berpotensi terjadinya ketimpangan sosial. Nasir juga mengaku, telah berdiskusi langsung dengan masyarakat dan aktivis Gayo. Dari mereka diketahui masyarakat Aceh Tengah dianggap belum membutuhkan pertumbuhan ekonomi melalui pertambangan karena masih memiliki kopi selaku komoditi utama yang mampu mensejahterakan masyarakat.

Begitupun Nasir mengaku, Walhi Aceh masih menunggu proses instrument kajian Analisis Dampak Lingkungna (Amdal) yang sedang disusun. Hasil dari itu nantinya akan dikaji secara menyeluruh untuk kemudian direkomendasi sejumlah hal.

Massa di Gayo konsisten tolak rencana tambang oleh PT LMR di Linge. Aksi penolakan kerap dilakukan. Pada Senin 16 September juga akan kembali di suarakan.

Penolakan terhadap rencana tambang oleh PT LMR berlandas pada kenyakinan para aktivis akan membawa dampak buruk bagi lingkungan. 

Penolakan itu mencuat ke publik sejak 4 April 2019 setelah diumumkan rencana penambangan dan pengolahan bijih emas dmp di proyek Abong, berlokasi di Lumut, Owaq, dan Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. besaran rencana kegiatan sekitar 9.684 ha dengan target produksi maksimal 800 ribu ton/tahun.

Teks Foto : Kepala Divisi Advokasi Nasir Buloh (kiri) bersama aktivis lingkungan di Gayo Satria Darmawan (kanan) usai melakukan konsolidasi penolakan rencana tambang oleh PT LMR di Linge. Sumber foto @IST

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00