• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kembali Aksi, Aktivis; Moratorium Tambang Wajib Terbit

15 September
11:07 2019
1 Votes (1)

KBRN, Takengon : Ratusan massa di Takengon dijadwal kembali berdemonstran di gedung DPRK Aceh Tengah pada Senin (16/9) pagi menolak kehadiran PT Linge Mineral Resource (LMR) yang berencana menambang di Kecamatan Linge.

Ratusan massa yang diperkira hadir itu terdiri dari OKP, Ormas, mahasiswa,  masyarakat di lingkungan rencana penambangan hingga sejumlah warga kabupaten tetangga, Bener Meriah.

Salah seorang aktivis lingkungan Satria Darmawan kepada rri Minggu (15/9) mengatakan, rencana aksi itu juga akan dirangkai dengan teatrikal, drama kolosal dan pembacaan puisi.

“Kita berkumpul besok di Gos Takengon pukul 08.00 Wib,” Kata Satria.

Dalam aksi itu katanya, massa masih menuntut DPR segera bersurat ke pemerintah Aceh untuk melanjutkan moratorium tambang karena dianggap akan merusak lingkungan hingga mengakibatkan kepunahan kopi Gayo yang menjadi urat nadi masyarakat di wilayah tengah Aceh saat ini.

Satria Cs sepakat tolak tambang. Aksi terus dilakukan hingga tuntutan diakomodir. Pihaknya juga akan mengerahkan massa dalam jumlah besar pada aksi selanjutnya jika permintaan tolak tambang tak digubris.

Penolakan terhadap rencana tambang oleh PT LMR berlandas pada kenyakinan para aktivis akan membawa dampak buruk bagi lingkungan. 

Penolakan itu mencuat ke publik sejak 4 April 2019 setelah diumumkan rencana penambangan dan pengolahan bijih emas dmp di Proyek Abong, berlokasi di Lumut, Owaq, dan Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Besaran rencana kegiatan sekitar 9.684 Ha dengan target produksi maksimal 800 ribu ton/tahun

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00