• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

103 Lembaga Terima Penghargaan Pengelolaan Arsip, Menpan: Banyak Aset Hilang Karena Arsip Tak Tercatat

26 February
14:08 2020
0 Votes (0)

Foto: Sekjen Kementrian Sosial Hartono Laras menerima penghagaan dari Menteri PAN RB  Tjahjo Kumolo di Solo, Rabu (26/2/2020).


KBRN, Surakarta: Sejumlah 103 lembaga Kementrian non Kementrian dan Pemerintah daerah menerima penghargaan pengelolaan kearsipan. Penghargaan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (PAN&RB) ini diserahkan langsung oleh Menteri Tjahjo Kumolo dalam acara Rakor Nasional Pengawasan Kearsipan di Solo, Rabu (26/2/2020).

Dari 103 lembaga tersebut terdiri dari 23 Kementrian pengelolaan arsip terbaik. Kemudian 20 lembaga di luar kementrian. Serta 15 Provinsi dan juga 45 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia.

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi terbaik dalam pengelolaan aset dengan indeks sangat baik. Di Jateng ada 13 kabupaten/kota yang menerima penghargaan karena pengelolaan arsipnya terbaik.

Pelaksana Tugas (PlT) Arsip Nasional Reublik Indonesia (ANRI) M.Taufiq menyampaikan, penghargaan ini sebagai bagian alat pengawasan. Selain itu untuk memotret kinerja dan pembinaan dari bagian motivasi peningkatan mutu.  

"Ada 103 lembaga memperoleh penghargaan oleh Menpan. Ini dihadiri 840 pegiat, pekerja, dibidang arsip. Satu Gubernur, enam wagub, dan bupati/walikota 25 orang dan perwakilan di luar itu ada kementrian dan lembaga," ungkapnya.

Menteri PAN&RB Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagai negara yang menjalani proses revolisi sampai reformasi semua sejarah harus tercatat. Tjahjo menyebut banyak arsip negara bahkan aset bermasalah hingga hilang akibat tak tercatat.

"Semua daerah harus mencatat. Saya ambil contoh di Solo saja, masalah Sriwedari sempat ribut, belum Benteng (vasternburg), saya kira ini harus diselesaikan. Kemudian data kepegawaian, data penduduk, Bandara Solo saja semua kabupaten punya," bebernya kepada wartawan seusai acara.

Jawa Tengah disebut Menpan terbaik karena gubernurnya cepat mengelola arsip. Bahkan Jateng telah memulai digitalisasi arsip. Menurut Tjahjo, arahan Presiden Jokowi pentingnya melakukan reformasi birokrasi, menata kepegawaian dalam pegelolaan arsip. Jika tidak tentunya banyak arsip negara yang hilang.

"Pentingnya arsip, kalau tidak, di Jakarta ada gedung hilang karena tidak dibuktikan, ada sumber yang menginfokan bahwa ini kalau digugat lepas," sambung Tjahjo.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan arsip dan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya dengan digitalisasi arsip negara. "Ini pentingnya arsip. Arsip kita banyak yang di Belanda, keris-keris kerajaan di Solo banyak yang di Belanda," ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00