• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Disebut Biang Penularan Virus Corona, Di Solo Kelelawar Malah Dijadikan Obat

20 February
13:59 2020

KBRN, Surakarta: Binatang kelelawar masih diminati bagi sebagai masyarakat. Karena meyakini kelelawar buah (kalong) ini dapat menjadi obat alternatif seperti penyakit asma. 

Belum lama ini binatang malam itu disebut sebut sebagai penyebar virus corona di Wuhan Cina. Namun para pedagang kelelawar di Pasar Burung Depok Solo masih tetap berjualan.

Salah satu pedagang kalong Haerullah mengatakan, kelelawar di Pasar Burung Depok masih laku. Dia mengaku sebenarnya khawatir wabah virus corona. Akan tetapi justru warga banyak yang mencari.

"Karena diyakini bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif bisa menyembuhkan penyakit asma atau sesak nafas," ungkap Haerullah, Kamis (20/2/2020).

Haerullah yang berjualan kelelawar sejak 5 tahun lalu itu menceritakan cara mengolah binatang tersebut agar dapat dikonsumsi. Binatang itu bukan untuk makanan seperti sup yang disajikan di Cina. Tetapi untuk pengobatan alternatif penyakit asma.

"Kelelawar ini setelah dipotong dan dikuliti tersisa dagingnya kemudian dikukus. Ya saya tetap berjualan karena selama ini masih banyak yang mencarinya," ujarnya.

Menurutnya harga yang dijual tidak terlalu mahal. Untuk ukuran kecil  dijual harga Rp 10 ribu per ekor.  Sedangkan ukuran besar bisa dijualnya Rp 100 ribu per ekor.

Jumlah kelelawar yang dijual dalam bulan terakhir ini mencapai 60 ekor. Binatang tersebut didatangkan dari penjaring kelelawar dari berbagai daerah.

00:00:00 / 00:00:00