• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PENDIDIKAN

Kekurangan Guru, Pemkot Angkat GTT/PTT Jadi Pengajar Kontrak Bergaji UMK

18 February
18:00 2020
0 Votes (0)


KBRN Surakarta: Kota Solo saat ini kekurangan tenaga pendidik untuk TK, SD dan SMP. Kekurangan tenaga pendidik itu sekitar 1.026 guru. 

Berdasarkan data bezzeting bersumber data SIMPEG BKPPD, kondisi SDM yang berstatus PNS di lingkungan Dinas Pendidikan per-Desember 2019 sejumlah 2.892 orang. Dari jumlah itu Jabatan Fungsional Guru hanya 2559 orang.

Sementara itu kebutuhan tenaga pendidik di Kota Bengawan mencapai 3.885 orang. Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati menyampaikan kekurangan tenaga pendidik dalam acara pengarahan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap GTT/PTT di Balaikota Surakarta, Selasa (18/2/2020).

Menurut Etty, berdasarkan perbandingan jumlah kebutuhan dan jumlah eksisting kondisi per-Desember 2019 terdapat selisih kurang lebih 1.026 orang. Oleh sebab itu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan SDM di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surakarta maka dilaksanakan pengadaan Tenaga Non PNS melalui mekanisme TKPK. 

"Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota Surakarta Nomor 30-A Tahun 2017 tentang Pedoman Pengadaan Jasa Tenaga Kerja Dengan Perjanjian Kerja Di Lingkungan Pemerintah Kota Surakarta," jelasnya.

Etty mengatakan, bahwa GTT dan PTT yang saat ini hadir dan direncanakan untuk dilakukan perjanjian kerja sejumlah 1.005 orang. Dengan perincian, sejumlah 523 orang, dari unsur Guru pada jenjang TK, SD dan SMP Negeri. Sedangkan sejumlah 482 orang dari unsur pelaksana.

"Yang terdiri antara lain Pengadministrasi Umum, Pengelola Barang, Pengelola Keuangan, Pengelola Data, Pengelola Laboratorium, Pengelola Perpustakaan, Pramu Bhakti dan Pranata Pasukan Pengamanan Dalam di lingkungan Sekolah Negeri Dinas Pendidikan Kota Surakarta," bebernya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Surakarta Dwi Ariyanto menambahkan, kekurangan guru itu menyebar hampir di semua sekolah. Ia mencontohkan banyak sekolah memiliki 4-6 rombongan belajar (rombel), namun hanya ada tiga orang guru. 

"Banyak kejadian ini. Ya rata rata kekurangan. Akhirnya ya menggunakan jasa GTT ini," katannya.

Dwi Ariyanto menjelaskan kendatipun guru yang direkrut saat ini berstatus kontrak namun mendapatkan honor sesuai UMK Solo  Selain itu juga mendapatkan jaminan kesehatan melalui KIS. 

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

00:00:00 / 00:00:00