• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

25 Siswa SDIT Jumapolo Diduga Keracunan Makanan Usai Santap Malam

18 February
16:35 2020
0 Votes (0)

KRBN, Karanganyar: Sejumlah 25 siswa SDIT Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, diduga keracunan makanan usai menyantap makan malam saat program asrama sekolah, Senin, (17/2/20) malam.

Salah satu siswa SDIT Jumapolo Natasya mengatakan mulai merasa mual serta ingin muntah pada pukul 22.00 malam, usai menyantap makan malam. Menu makanan itu berupa ayam goreng tepung pada pukul 18.30 WIB. Ia sempat menahan rasa sakit hingga keesokan harinya, yang kemudian dibawa ke Puskesmas pada pukul 11.00 siang.

"Rasanya mual, itu habis makan malam jam 18.30 WIB, terus jam 22.00 baru kerasa, saya tahan sakitnya, baru ke puskesma sekitar jam 11.00. makannya kemarin ayam," ungkap Natasya kepada RRI ketika dirawat di UPT puskesmas Jumapolo, Selasa,(18/2/20). 

Natasya mengatakan sempat merasa aneh saat menyantap hidangan makan malam dari pihak asrama.  Menurutnya ayam goreng tepung yang disajikan sudah berbau tidak sedap. Selain itu beberapa siswa juga sempat  melaporkan rasa ayam yg tidak wajar tersebut ke pihak asrama.

"Iya rasanya itu aneh, baunya juga udah enggak enak, temen-temen juga sempat bilang ke pihak sekolah kalo itu udah bau," imbuhnya.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SDIT Jumapolo Nurudin menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat program asrama khusus bagi siswa kelas 6 yang dilakukan pihak sekolah.

"Siswa kelas 6 itu ada 78, yang kemarin itu ada 17 siswa perempuan, dan 8 siswa laki laki, jadi total 25 anak yang mengalami mual muntah," terangnya.

Lanjut Nurudin Peristiwa tersebut mulai terjadi pukul 21.00 malam, satu persatu siswa dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan pertama. 

"Makan malam itu usai magrib, terus jam 21.00 mulai siswa satu persatu merasa sakit, kita bawa ke puskesmas, itu satu satu tidak bareng," bebernya. 

Nurudin menjelaskan bahan makanan ayam yang disajikan untuk makan malam, sudah dibeli sejak hari Minggu, (16/2/20), yang kemudian disimpan di kulkas sebelum disajikan kepada siswa.

"Itu (Daging Ayam) belinya hari minggu, terus kita cuci, kita beri bumbu, lalu kita simpan di kulkas, kita biasanya tidak menyimpan makanan lama, kita beli dari tukang sayur langsung kita masak," bebernya.

Nurudin mengaku kejadian tersebut baru pertama kali terjadi, dan untuk menu makanan ayam goreng tepung juga pertama kali di sajikan dalam program asrama. 

"Ini baru pertama kali selama 2 bulan program asrama, kita sajikan ayam goreng tepung juga baru ini, biasanya itu kan opor, tapi anak-anak gak doyan, terus kiat buat ayam tepung," ungkapnya. 

Meski begitu, pihak sekolah tetap melaksanan program asrama namun 25 siswa yang mengalami mual muntah mendapat pengawasan dan perawatan khusus. 

Disisi lain kapolsek Jumapolo AKP Sudirman mengatakan usai mendapat laporan pihaknya langsung melakukan pengambilan sample sisa bahan makanan yang disajikan. Seperti ayam, tepung, serta saus sachset untuk dilakukan uji lap, sambil menunggu pengembangan kasus lebih lanjut.

"Setelah ada laporan kita langsung melakukan penyelidikan dan ini kita ambil sampel sisa makanan, seperti daging, tepung, sama saur untuk kita bawa ke lap agar bisa diteliti," tandasnya. 

00:00:00 / 00:00:00