• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

POLITIK & PEMILU

Kader PKB Tolak Dampingi Yuni di Pilkada Sragen 2020

29 January
22:37 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disinyalir menjadi calon terkuat koalisi pendamping Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dalam Pilkada Sragen 2020. Tokoh PKB akan diduetkan dengan calon PDI-P yang mengusung Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai Calon Bupati (Cabup). 

PKB akan mendapatkan kursi wakil bupati yang santer isunya akan menunjuk Ketua DPC PKB Mukafi Fadli. Mukafi Fadli menyampaikan pada Kamis (23/1) lalu dipanggil DPW dan DPP PKB menunjuk dirinya sebagai pendamping Yuni.

Ada permintaan dari partai pemenang (PDIP,red) menunjuk saya mendampingi mbak Yuni,” ujarnya kepada wartawan Rabu (29/1/2020). 

Dia mengklaim PDIP yang meminta PKB sebagai pendamping untuk Pilkada di Sragen. Namun pihaknya kali ini terpaksa menolak perintah partai. "Saya tidak siap pasang badan 24 jam pasang badan dan protokler mengurusi Sragen,” kata Mukafi.

Perintah partai tersebut sebenarnya menguntungkan untuk kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Namun dia mengaku masih menikmati perannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah.

"Saya sadar ada guyonan kalau tidak dicocoki sama mbak Yuni, jadi biarkan beliau memimpin Sragen dengan tenang. Alasan yang lain karena saya tidak bisa bangun pagi. Dan mengurus Sragen full 24 jam," jelasnya 

Mukafi tidak menampik sebagai kader PKB, menolak perintah partai bukan hal yang baik, namun ia ingin Sragen lebih baik. Namun pihaknya telah menyiapkan nama yang bakal diajukan ke PDIP  Mukafi sudah mengajukan daftar sejumlah tokoh. "Memang dalam keputusan partai politik sudah sering terjadi nama yang terpilih diluar dugaan," ucapnya.

Lantas Mukafi menyampaikan dari Internal masih memperjuangkan nama Suroto yang sudah mengikuti fit and proper test PDIP. Lantas Mukafi menyebut nama Tri Agus Bayuseno (TAB) mantan Caleg DPR RI Hanura yang punya akses ke pusat. "Mas TAB itu lama mengantongi kartu NU. Dan dia sekarang sudah punya kartu anggota PKB," ujarnya.

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00