• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Antisipasi Masuknya Virus Corona, DKK Pemkab Sukoharjo Mulai Memaksimalkan Semua Lini

28 January
06:25 2020
0 Votes (0)

KBRN Sukoharjo : Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pemkab Sukoharjo mulai memaksimalkan koordinasi dengan semua program di internal DKK sebagai antisipasi masuknya virus Corona.

Koordinasi itu dilakukan dengan bidang pelayanan kesehatan, bidang kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit. Ketiga bidang itu diminta aktif melaksanakan kegiatan di masyarakat sesuai dengan tupoksi.

Kepala DKK Pemkab Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati mengatakan, bidang kesehatan melaksanakan promosi kesehatan terkait apa itu virus Corona dan bahayanya bagi manusia.

“ Ya, kami sudah melakukan koordinasi internal dengan semua program di semua bidang agar memaksimalkan peran dan tugasnya. Misalnya bidang Pengendalian penyakit harus   melakukan survey epidemologi di suatu daerah apakah ada temuan kasus. Jika ada maka harus segera ditindaklanjuti agar kasus tersebut dapat segera diantisipasi, begitu seterusnya yang harus dilakukan oleh bidang lainya,” ungkap dr. Yunia kepada RRI, Senin (27/01/2020)

dr. Yunia Wahdiyati juga mengakui virus corona jenis baru ini menjadi ancaman yang serius. Di mana penularannya terhitung cepat dan bisa melalui udara serta kontak fisik.

“Virus korona sendiri dianggap hampir mirip dengan pneumonia. Sebab gejala yang ditimbulkan hampir sama, namun, justru lebih cepat dan mematikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kasehatan Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati juga mengatakan, di Kabupaten Sukoharjo hingga saat ini belum ada laporan temuan orang terserang virus corona.  

“ Belum kami temukan kasus Corona di Sukoharjo, kai berharap, semoga tidak ada kasus,” cetusnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Tiongkok untuk wajib menaati aturan warning kesehatan dari pemerintah setempat.

“ Kendati belum ada kasus, DKK Pemkab Sukoharjo juga sudah menyiapkan  sarana prasarana dan SDM mulai dari puskesmas, dokter, laboratorium hingga rumah sakit rujukan,” tukasnya.

Dia juga mengakui jika belum ada vaksin penyakit corona tersebut. Sehingga masyarakat perlu waspada, dan diagnosa bisa dilakukan apabila gejala muncul setelah 14 hari sebelumnya orang tersebut bepergian ke endemis penyebaran virus.

“ Kami meminta agar masyarakat yang memiliki riwayat bepergian ke daerah endemis virus agar kooperatif. Jika muncul gejala diminta segera mendatangi faskes setempat,” pungkasnya. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00